INDORAYATODAY.COM – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menerima kunjungan bilateral Menlu Malaysia, Mohamad Hasan, di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Pertemuan dalam rangka Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) ke-17 ini menjadi momentum bersejarah karena baru kembali digelar setelah mandek sejak 2008.
Menlu Sugiono menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki ikatan emosional yang sangat mendalam, jauh melampaui hubungan diplomatik biasa pada umumnya.
“Indonesia dan Malaysia berbagi DNA, berbagi budaya, berbagi bahasa, perbatasan, dan banyak hal yang sama,” ujar Sugiono usai pertemuan.
Menlu Malaysia yang akrab disapa Tok Mat juga memuji eratnya hubungan kedua negara saat ini. “Hubungan akrab dan baik antara Malaysia dan Republik Indonesia saya nilai sudah mencapai 98%. Sisanya, sekitar 2%, merupakan isu-isu yang masih perlu kita selesaikan dengan cara terbaik,” kata Tok Mat.
Dalam pertemuan JCBC ke-17 ini, kedua menlu membahas sejumlah isu krusial dan menghasilkan beberapa kesepahaman penting, antara lain:
Ekonomi dan Investasi: Mendorong peningkatan perdagangan intra-ASEAN yang saat ini baru mencapai 25%. Penguatan ekonomi regional dinilai krusial di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina.
Sengketa Perbatasan: Pembahasan batas darat dan maritim kedua negara telah memasuki tahap akhir. Hasil perundingan ini akan dibawa ke tingkat pemimpin negara dalam agenda annual consultation di Malaysia pada akhir tahun 2026.
Perlindungan Pekerja Migran: Indonesia mengusulkan perluasan sektor kerja baru bagi TKI di Malaysia, termasuk di bidang perawatan (caregiving).
Akses Pendidikan Anak TKI: Malaysia berkomitmen menjamin hak atas pendidikan bagi anak-anak warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di sana, sesuai dengan konvensi internasional.
Pertemuan bilateral ini sukses mencairkan sejumlah isu yang membeku selama 18 tahun terakhir. Kedua negara sepakat untuk terus memperkuat koordinasi teknis di berbagai sektor strategis demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua lini perbatasan.
Hasil dari komitmen JCBC ke-17 ini nantinya akan menjadi dasar utama dalam menyambut pertemuan tahunan (annual consultation) antara Presiden RI dan Perdana Menteri Malaysia yang dijadwalkan berlangsung pada paruh kedua tahun ini.

Tinggalkan Balasan