DEPOK, INDORAYATODAY. COM – Polisi bergerak cepat membongkar aksi pencurian dengan kekerasan bermodus akun perempuan palsu di Kota Depok.

Seorang pelaku berhasil diringkus Polsek Pancoran Mas setelah korban mengalami luka parah akibat serangan senjata tajam.

“Pelaku memanfaatkan akun perempuan palsu untuk menjebak korban hingga terluka parah,” kata Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Hartono, Sabtu (25/7/2026).

Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Raya Kali Licin, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Rabu (22/7/2026) dini hari.

Korban berinisial NA awalnya berkenalan melalui Facebook dengan seseorang yang mengaku sebagai perempuan.

Percakapan kemudian berlanjut melalui WhatsApp hingga korban menerima lokasi pertemuan dari pelaku.

“Korban dipancing bertemu, kemudian diserang secara brutal saat lokasi sepi malam hari,” ujar Hartono.

Korban sempat mendatangi lokasi pertama bersama temannya, namun orang yang diajak bertemu menolak muncul.

Pelaku kemudian mengirimkan lokasi baru di kawasan Pitara sehingga korban kembali mendatangi titik tersebut.

Sesampainya di Jalan Kali Licin dekat Jembatan Merah, korban melanjutkan perjalanan seorang diri menggunakan sepeda motor.

Tanpa banyak bicara, dua pelaku langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam secara membabi buta.

Korban ditusuk berkali-kali pada bagian dada sebelum pelaku merampas telepon genggam, remote, dan sepeda motor.

Meski terluka parah, korban berhasil melarikan diri menuju lokasi temannya menunggu sambil meminta pertolongan warga.

Warga kemudian membawa korban ke RS Bhakti Yudha Depok untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan laporan korban, Unit Reskrim Polsek Pancoran Mas langsung melakukan penyelidikan intensif.

Pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 01.30 WIB, polisi berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial PAR berusia 27 tahun.

Polisi turut menyita Honda Vario 160, dua celurit, STNK, serta sweter yang diduga berkaitan dengan kejahatan.

BACA JUGA:  Hari Ini Demo, KAI Siapkan Penutupan Stasiun Tanah Abang-Palmerah

Sementara seorang pelaku lainnya berinisial OB masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

“Untuk pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas,” tegas Hartono.