DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Modus akun perempuan palsu kembali memakan korban di Kota Depok. Seorang pemuda bersimbah darah usai dijebak pelaku.

Korban berinisial NA, 27 tahun, menjadi sasaran pencurian dengan kekerasan di Jalan Raya Kali Licin, Pancoran Mas.

Peristiwa mengerikan itu terjadi Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB, setelah korban diajak bertemu seseorang.

Awalnya korban berkenalan melalui Facebook dengan akun yang mengaku sebagai perempuan.

Percakapan kemudian berlanjut melalui WhatsApp hingga korban menerima lokasi pertemuan pertama di Sawangan.

Korban sempat mendatangi lokasi bersama temannya, tetapi orang yang menghubunginya membatalkan pertemuan.

Tak lama kemudian, pelaku kembali mengirim lokasi baru di kawasan Pitara, Kecamatan Pancoran Mas.

Korban akhirnya berangkat seorang diri menggunakan sepeda motor menuju lokasi yang telah dibagikan.

Bukannya bertemu perempuan, korban justru dihadang dua pria di kawasan Jalan Kali Licin.

Tanpa banyak bicara, salah seorang pelaku langsung menusuk korban beberapa kali di bagian dada.

Pelaku kemudian mematikan sepeda motor, menggeledah korban, dan mengambil telepon genggam serta remote kendaraan.

Korban berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari sepeda motor dan berlari meminta pertolongan warga.

Namun, pelaku lainnya kembali mengejar korban dan menyerangnya menggunakan senjata tajam dari arah belakang.

Korban akhirnya berhasil mencapai lokasi temannya menunggu sebelum dievakuasi warga menuju RS Bhakti Yudha Depok.

Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Hartono, mengatakan pelaku memanfaatkan akun perempuan palsu untuk memancing korban.

“Pelaku memanfaatkan akun perempuan palsu demi menjebak korban hingga terluka parah,” kata Kompol Hartono, Sabtu (25/7/2026).

Unit Reskrim Polsek Pancoran Mas bergerak cepat melakukan penyelidikan setelah menerima laporan korban.

Pada Kamis (23/7/2026) dini hari, polisi berhasil mengamankan seorang terduga pelaku berinisial PAR, 27 tahun.

BACA JUGA:  Truk Boks Terperosok di Pinggir Setu Jatijajar, Buku Pelajaran SD Tertumpuk di Jalan

Polisi turut menyita sepeda motor korban, dua celurit, STNK, serta sweter yang diduga berkaitan perkara.

Sementara seorang pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kompol Hartono mengimbau masyarakat lebih berhati-hati berkenalan dengan orang asing melalui media sosial.

“Jangan mudah percaya ajakan bertemu dari akun media sosial tak dikenal siapa pun.”

Kasus tersebut kini masih dikembangkan penyidik Polsek Pancoran Mas guna memburu pelaku yang melarikan diri.