INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan program naturalisasi pemain masih menjadi kebutuhan bagi Timnas Indonesia. Menurutnya, penambahan pemain keturunan diperlukan untuk menjaga kedalaman skuad di tengah padatnya agenda internasional dan risiko cedera pemain.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick setelah Timnas Indonesia meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Oman dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Meski mengaku senang dengan kemenangan bersejarah atas Oman, Erick mengingatkan skuad Garuda agar tidak terlena.

Pasalnya, Indonesia masih harus menghadapi Mozambik dalam laga FIFA Matchday berikutnya yang akan digelar di SUGBK pada Selasa (9/6/2026).

Menurut Erick, Mozambik yang berada di peringkat 101 dunia berpotensi memberikan perlawanan yang tidak mudah bagi pasukan John Herdman.

“Ya pasti senang, tapi kan masih ada pertandingan lawan Mozambik. Ranking-nya juga di atas kita 100,” ujar Erick dalam keterangan yang diterima INDORAYATODAY.

“Ya mudah-mudahan kalau kedua pertandingan ini hasilnya baik, kan paling tidak peringkat FIFA-nya juga bisa lebih baik,” lanjutnya.

Erick juga mengungkap perkembangan proses naturalisasi dua pemain keturunan Australia, yakni Luke Vickery dan Mitchell Baker.

Keduanya telah mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia sejak akhir Mei 2026. Namun, mereka belum bisa memperkuat skuad Garuda karena proses administrasi untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) masih berjalan.

“Belum (selesai), nanti masih proses. Masih proses, masih proses. Sabar, sabar,” kata Erick.

Menurutnya, proses naturalisasi tetap dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat tim nasional.

Erick menjelaskan kebutuhan akan pemain naturalisasi tidak terlepas dari pentingnya menjaga kualitas pelapis di setiap posisi.

Ia menilai cedera dan faktor usia menjadi tantangan yang harus diantisipasi sejak dini oleh PSSI.

BACA JUGA:  Piala Wali Kota U-15 dan U-19 Resmi Ditutup, Pemkot Depok Fokus Pembinaan Atlet Muda

“Ya kembali, pemain kan kadang-kadang dengan keterbatasan umur, bisa juga cedera yang tidak diinginkan. Ya kita harus antisipasi,” ujarnya.

Saat ini sejumlah pemain Timnas Indonesia diketahui masih menjalani pemulihan cedera dan belum dapat tampil maksimal.

Erick menyinggung beberapa nama yang sempat mengalami kendala kebugaran, seperti Jay Idzes, Mees Hilgers, hingga Miliano Jonathan.

Menurutnya, keberadaan pemain pelapis yang memiliki kualitas setara menjadi sangat penting mengingat Timnas Indonesia akan menghadapi sejumlah agenda besar dalam waktu dekat, termasuk ASEAN Championship 2026 dan Piala Asia 2027.

“Jay cedera, Mees Hilgers juga belum kembali. Itu sebabnya kita harus menyiapkan kedalaman skuad yang baik,” tuturnya.

Dengan agenda internasional yang semakin padat, PSSI menilai penguatan skuad melalui naturalisasi dan pembinaan pemain muda perlu berjalan beriringan agar Timnas Indonesia tetap kompetitif di level Asia.