INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam posisi yang kuat meski dunia saat ini menghadapi berbagai tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

Penilaian tersebut disampaikan menyusul penguatan pasar keuangan domestik yang ditandai dengan menguatnya nilai tukar rupiah serta melonjaknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir.

Anggota Dewan Ekonomi Nasional, Mochammad Firman Hidayat, mengatakan berbagai indikator makroekonomi menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia masih terjaga dengan baik.

Menurutnya, kondisi ekonomi nasional saat ini bahkan jauh berbeda dibandingkan situasi yang terjadi saat Indonesia menghadapi krisis ekonomi pada 1998.

“Fundamental ekonomi kita dalam kondisi yang sangat baik, bahkan jauh dibandingkan dengan kondisi krisis 1998. Berbagai indikator makro menunjukkan bahwa perekonomian nasional tetap solid dan berada jauh dari potensi krisis,” ujar Firman.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons atas kekhawatiran sebagian pelaku pasar terkait dampak gejolak ekonomi global dan konflik geopolitik yang masih berlangsung di sejumlah kawasan dunia.

Firman menjelaskan salah satu indikator yang menunjukkan kekuatan ekonomi nasional adalah pertumbuhan ekonomi yang masih berada di level tinggi.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih bergerak positif di tengah perlambatan ekonomi yang dialami sejumlah negara.

Menurut Firman, pertumbuhan yang tetap terjaga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga optimisme dunia usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Selain pertumbuhan ekonomi, DEN juga menyoroti kondisi inflasi nasional yang masih berada dalam level relatif terkendali.

Firman menyebut inflasi Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen secara tahunan.

BACA JUGA:  Pemerintah dan DPR Bahas Aturan Baru Ekspor SDA, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi

Angka tersebut dinilai mencerminkan kemampuan pemerintah dan otoritas terkait dalam menjaga stabilitas harga barang dan jasa di tengah dinamika ekonomi global.

Inflasi yang terkendali juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

Di sisi lain, penguatan IHSG dan apresiasi rupiah dalam beberapa waktu terakhir dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Pemerintah dan otoritas keuangan sebelumnya juga memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menurut Firman, kombinasi antara pertumbuhan ekonomi yang kuat, inflasi yang terkendali, serta stabilitas sektor keuangan menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global yang masih berlangsung.

Dengan kondisi tersebut, DEN optimistis perekonomian nasional tetap memiliki daya tahan yang kuat dan mampu menjaga momentum pertumbuhan pada tahun 2026.