INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok memperluas Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) pada 2026 dengan menambah lima sekolah baru. Jika pada tahun sebelumnya program ini diikuti 47 sekolah, kini jumlahnya meningkat menjadi 52 sekolah setingkat SMP dan madrasah tsanawiyah.
Wali Kota Depok, Supian Suri menegaskan, selain menjamin pendidikan gratis, pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas sekolah peserta agar mampu bersaing dengan sekolah negeri.
Supian Suri menyampaikan hal tersebut usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Program RSSG tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bersama sejumlah satuan pendidikan swasta di Kota Depok pada Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, program RSSG yang mulai berjalan pada tahun lalu kini memasuki tahun kedua pelaksanaan. Selain melanjutkan pembiayaan bagi siswa yang telah mengikuti program sebelumnya, Pemkot Depok juga memperluas jangkauan dengan menambah lima sekolah baru.
“Tahun kemarin sudah berjalan untuk kelas 7. Sekarang memasuki tahun kedua sehingga ada kelas 7 dan kelas 8. Sementara kita menambah untuk kelas 7 yang baru di lima sekolah, terdiri dari satu tsanawiyah dan empat SMP,” kata Supian.
Dari total 52 sekolah yang bergabung dalam program RSSG, sebanyak 37 merupakan SMP swasta dan 15 lainnya madrasah tsanawiyah. Selain jenjang SMP dan sederajat, Pemkot Depok juga menggandeng 22 lembaga PAUD yang turut menandatangani kerja sama dalam program pendidikan gratis tersebut.
Supian memperkirakan sekitar 3.600 siswa SMP dan madrasah tsanawiyah akan menerima manfaat dari Program RSSG pada tahun ini. Sementara itu, jumlah peserta didik PAUD yang tercakup dalam program tersebut mencapai sekitar 1.100 anak.
Menurut dia, selama ini terdapat dua alasan utama masyarakat memilih sekolah negeri, yakni karena faktor biaya dan kualitas pendidikan. Persoalan biaya, kata Supian, kini telah dijawab melalui dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Depok.
Adapun untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Pemkot Depok menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), serta rencana kerja sama dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) untuk penguatan pembelajaran bahasa asing, khususnya bahasa Inggris dan bahasa Arab.
“Kualitas sekolah swasta gratis baik tsanawiyah maupun SMP tidak kalah dengan negeri. Bahkan insya Allah bisa berkompetisi dengan sekolah negeri yang ada di Kota Depok,” ujarnya.
Selain meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, Pemkot Depok juga berupaya mendukung pengembangan sarana dan prasarana sekolah peserta RSSG sesuai kemampuan anggaran daerah. Pemerintah akan melakukan pemantauan agar ruang belajar dan fasilitas pendidikan tetap memadai bagi peserta didik.
Melalui penambahan jumlah sekolah dan penguatan kualitas pendidikan, Supian berharap RSSG dapat menjadi pilihan yang setara dengan sekolah negeri sekaligus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat Kota Depok.

Tinggalkan Balasan