INDORAYATODAY.COM – Pasar keuangan dalam negeri bergerak di zona hijau pada awal pekan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak menguat tajam pada perdagangan Senin (15/6/2026) pagi.
Berdasarkan data perdagangan Senin pagi, nilai tukar rupiah bergerak ke level Rp 17.760 per dolar AS. Mata uang Garuda tercatat menguat 100 poin atau 0,56% dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah ini sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga menghijau terhadap dolar AS.
Tercatat, yuan China naik 0,06%, peso Filipina menguat 0,15%, ringgit Malaysia terapresiasi 0,23%, dolar Singapura menguat 0,19%, yen Jepang naik 0,02%, dan won Korea Selatan memimpin penguatan sebesar 0,28%. Di sisi lain, dolar Hong Kong terpantau bergerak stabil.
Kondisi serupa terjadi pada mata uang negara maju yang mayoritas berhasil menekan dolar AS. Euro Eropa naik 0,28%, poundsterling Inggris menguat 0,23%, dolar Australia terapresiasi 0,37%, dolar Kanada naik 0,11%, dan franc Swiss menguat 0,33%.
Sinyal positif dari lantai bursa juga terlihat lewat laju IHSG yang melonjak hingga 180,52 poin atau menguat 3% ke level 6.188 pada awal perdagangan.
Menurut data RTI Business hingga pukul 09.05 WIB, indeks saham dibuka di level 6.118 dan langsung bergerak konsisten di zona hijau sejak awal sesi. IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di posisi 6.194, dengan level terendah berada di angka 6.118.
Sesi pertumbuhan ini ditopang oleh 519 saham yang bergerak menguat, sementara hanya 84 saham yang melemah, dan 104 saham lainnya stagnan tidak mengalami perubahan.
Volume transaksi pada pagi ini tercatat telah mencapai 3,53 miliar lembar saham. Adapun nilai transaksi terkumpul sebesar Rp 2,20 triliun dari total 208.548 kali frekuensi perdagangan.

Tinggalkan Balasan