INDORAYATODAY.COM – Badan keamanan tertinggi Iran menegaskan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kematian mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akan menghadapi pembalasan yang setimpal.

Ancaman tersebut dilayangkan di tengah persiapan negara tersebut menggelar upacara pemakaman akbar untuk sang pemimpin.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Baqer Zolqadr menyatakan, kematian Khamenei tidak akan menyurutkan arah kebijakan pertahanan Iran, melainkan akan menjadi simbol yang mengakar kuat.

“Kepalan tangan Pemimpin yang gugur pada saat wafatnya akan tetap menjadi simbol abadi doktrin keamanan nasional Iran,” ujar Zolqadr seperti dilansir media nasional Iran, Press TV, Kamis (2/7/2026).

Zolqadr yang juga komandan veteran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa kasus kematian pimpinan tertinggi tersebut masih terus berjalan. Dia memberi sinyal bahwa waktu penuntasan dendam itu akan segera tiba dalam waktu dekat.

“Berkas pembalasan atas darah suci Khamenei yang Agung dan para martir Iran yang tertindas tetap terbuka. Para pelaku dan mereka yang memerintahkan kejahatan ini, pada waktu yang tepat — yang tidak akan lama lagi — akan menghadapi hukuman yang setimpal di tangan ‘unsur-unsur yang benar’,” imbuh Zolqadr, yang baru menjabat pasca-pembunuhan pendahulunya, Ali Larijani.

Saat ini, situasi di ibu kota Teheran mulai disibukkan dengan persiapan seremoni pemakaman megah. Sejumlah foto berukuran raksasa dari mendiang Khamenei mulai dipasang di area kompleks Grand Mosalla seiring para pekerja merampungkan persiapan infrastruktur acara.

Prosesi pemakaman sejatinya sempat tertunda cukup lama akibat eskalasi konflik yang memuncak di kawasan Timur Tengah.

Namun, seremoni akhirnya dapat dijadwalkan menyusul adanya masa gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat setelah disepakatinya perjanjian awal untuk mengakhiri perang.

BACA JUGA:  Beneran Gak Sih Amerika Blokade, Kapal Tanker Iran Mudah Tembus Selat Hormuz

Sebagai informasi, Ayatollah Ali Khamenei yang merupakan sosok spiritual penting bagi penganut Syiah global, wafat pada usia 86 tahun. Ia meninggal dunia akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang menghantam kediamannya di pusat kota Teheran pada 28 Februari lalu, yang menjadi penanda hari pertama berkecamuknya perang.

Rangkaian seremoni pemakaman yang dibuka untuk publik dijadwalkan akan dimulai pada Sabtu (4/7/2026) mendatang.

Jenazah Khamenei beserta para anggota keluarga yang ikut gugur dalam serangan tersebut akan disemayamkan di Imam Khomeini Mosalla, kompleks yang biasa digunakan untuk salat Jumat akbar dan pertemuan keagamaan besar.

Pihak otoritas Iran memperkirakan prosesi ini akan dihadiri oleh sekitar 15 juta hingga 20 juta pelayat. Angka tersebut diproyeksikan akan mencatat sejarah baru sebagai upacara pemakaman kenegaraan terbesar yang pernah digelar di negara tersebut.