INDORAYATODAY.COM – Pasukan militer Iran mengklaim telah melancarkan serangan udara yang menargetkan posisi dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Yordania serta Bahrain pada Rabu (22/7/2026). Langkah ini memperkeruh situasi keamanan di kawasan Timur Tengah usai berakhirnya kesepakatan gencatan senjata.
Berdasarkan pernyataan resmi militer Iran yang dikutip penyiar pemerintah IRIB, serangan menyasar instalasi vital serta fasilitas penyimpanan armada udara milik pasukan Amerika Serikat.
“Tentara Iran melakukan serangan drone terhadap instalasi militer AS dan gudang peralatan di Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania,” bunyi keterangan resmi militer Iran.
Selain di Yordania, aksi gempuran militer Iran juga menghantam gudang logistik berkapasitas besar serta hanggar perawatan pesawat berat di Pangkalan Udara Isa, Bahrain. Sehari sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengaku telah melumpuhkan sejumlah situs radar militer AS yang berlokasi di Kuwait.
Aksi Balasan Atas Serangan AS di Selat Hormuz Rangkaian serangan balik ini memuncak setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) meluncurkan beberapa kali gelombang gempuran ke wilayah Iran sejak 8 Juli 2026. CENTCOM berdalih bahwa operasi militer tersebut dilakukan sebagai bentuk respons atas tindakan Iran yang dianggap mengganggu jalur kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Ketegangan di kawasan kian tidak terkendali menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump pada 9 Juli lalu, yang menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang sempat disetujui bersama Iran resmi dibatalkan dan tidak lagi berlaku.

Tinggalkan Balasan