INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Sekjen PSSI Yunus Nusi khawatir ujaran kebencian terhadap pemain dan keluarganya membuat pemain diaspora enggan kembali membela Timnas Indonesia.

PSSI menyoroti aksi ujaran kebencian yang menyasar bek Timnas Indonesia Justin Hubner dan keluarganya setelah kegagalan skuad Garuda di ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan federasi perlu mengambil sikap untuk melindungi pemain yang telah berjuang membawa nama Indonesia.

Menurut Yunus, kritik terhadap performa tim merupakan hal yang dapat diterima. Namun, kritik tidak seharusnya berubah menjadi serangan personal, terlebih ketika ujaran kebencian turut menyasar keluarga pemain.

“Ya, jelas itu juga yang sangat memprihatinkan. Kita tahu juga Justin ini, Indonesia banget gitu bagi saya,” ujar Yunus.

Yunus menegaskan PSSI tidak meragukan nasionalisme Justin Hubner meski sang pemain tidak dapat memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.

Yunus mengatakan tindakan bullying dan tekanan berlebihan dapat berdampak lebih jauh terhadap keberlangsungan Timnas Indonesia.

PSSI khawatir pemain, khususnya yang berasal dari kalangan diaspora, memilih tidak lagi memperkuat tim nasional apabila tekanan dari publik semakin berat.

Menurut Yunus, pemain seharusnya mendapatkan dukungan setelah menjalankan tugas membela negara. Ia juga meminta masyarakat menyampaikan kritik melalui jalur yang tepat, termasuk kepada PSSI sebagai institusi pengelola sepak bola nasional.

“Kami khawatir, ketika tekanan ini semakin kuat, maka mereka bisa saja, dengan berbagai macam alasan untuk tidak lagi membela negara,” kata Yunus.

Ia juga mengingatkan bahwa serangan terhadap keluarga pemain tidak memiliki kaitan dengan hasil pertandingan maupun performa di lapangan.

PSSI hingga kini masih memantau perkembangan serangan digital yang menyasar pemain. Terkait kemungkinan langkah hukum, federasi masih melihat perkembangan kasus tersebut.

BACA JUGA:  PSSI Tunda Perkenalan John Herdman karena Kondisi Kesehatan

Yunus meminta suporter memberikan dukungan secara positif kepada Timnas Indonesia, baik ketika meraih kemenangan maupun saat mengalami kekalahan.

Menurut dia, dukungan publik tetap diperlukan untuk menjaga mental pemain dan membantu mereka berkembang menghadapi pertandingan berikutnya.

Imbauan tersebut disampaikan setelah Timnas Indonesia gagal melaju dari fase grup Piala AFF 2026. PSSI pun menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat sepak bola Indonesia karena belum mampu memberikan hasil sesuai harapan.

“Terkait hasil di Piala AFF, PSSI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia karena tidak memberikan hasil yang memuaskan secara sempurna,” ujar Yunus.

Meski demikian, Yunus menilai peluang para pemain untuk berkembang dan mempersembahkan prestasi masih terbuka. PSSI juga akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama Ketua Umum, Badan Tim Nasional (BTN), Komite Eksekutif (Exco), serta tim pelatih.

“Masih ada harapan besar bagi anak-anak itu untuk membawa prestasi sepak bola kita menjadi lebih bagus,” katanya.