INDORAYATODAY.COM – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut temuan lukisan gua purba di Kepulauan Muna, Sulawesi Tenggara, yang diperkirakan berusia 67.800 tahun sebagai bukti nyata panjangnya rekam jejak sejarah peradaban di Nusantara.

Penemuan karya seni prasejarah yang diumumkan pada Januari 2026 tersebut diklaim sebagai salah satu lukisan dinding gua tertua di dunia yang pernah ditemukan hingga saat ini.

“Temuan ini menegaskan kembali keberadaan peradaban purba yang sangat tua di kawasan Indonesia. Ini menjadi bukti penting bahwa Nusantara sejak puluhan ribu tahun lalu telah menjadi pusat berkembangnya kebudayaan serta ekspresi seni manusia purba,” ujar Fadli Zon di Jakarta.

Menurutnya, penemuan artefak dan seni cadas (rock art) di kawasan karst Kepulauan Muna tersebut memiliki nilai sains dan kebudayaan yang luar biasa tinggi. Selain menggeser rekor penemuan seni cadas purba sebelumnya di kawasan Sulawesi, temuan ini juga memicu perhatian kalangan peneliti arkeologi internasional.

Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk memperketat pelindungan serta kelestarian situs gua prasejarah di Sulawesi Tenggara dari ancaman kerusakan lingkungan maupun aktivitas manusia.

Fadli menambahkan, pemerintah akan menggandeng pelbagai lembaga riset nasional dan internasional guna mendalami penanggalan (dating) serta interpretasi kehidupan sosial masyarakat purba pembuat lukisan tersebut.

“Langkah penyelamatan dan konservasi kawasan situs karst Muna harus dilakukan secara komprehensif. Kita ingin memastikan warisan dunia yang sangat berharga ini terjaga dengan baik sekaligus mendukung pengembangan ilmu pengetahuan kebudayaan nasional,” tegas Fadli.

 

BACA JUGA:  Pemerataan Layananan Kesehatan! Bupati Bogor Tekan Gas Percepatan Pembangunan RSUD Parung