INDORAYATODAY.COM – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuding Amerika Serikat (AS) sengaja “mencekik Iran” untuk memaksakan konsesi baru yang tidak pernah disepakati dalam perjanjian bilateral antara Washington dan Teheran.

“Orang-orang Amerika berpikir dengan mencekik Iran, mereka akan meraih konsesi yang tidak pernah menjadi bagian dalam kesepakatan,” ujar Ghalibaf melalui unggahan di akun media sosialnya, Selasa (18/8/2026).

Ghalibaf secara terbuka menyindir jajaran pejabat tinggi AS, termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang dinilainya mulai kehilangan kendali dalam mengelola kebijakan luar negeri.

“Berhentilah menunggu kru badut untuk menarik kelinci dari topinya dan bersihkan kekacauan yang kalian buat,” tegasnya.

Sebelumnya, Teheran dan Washington sempat menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menghentikan ketegangan dan membuka ruang dialog menuju penyelesaian konflik secara permanen. Kesepakatan yang ditandatangani pada pertengahan Juni lalu tersebut berhasil dicapai berkat mediasi dari Pakistan dan Qatar.

Namun, proses diplomasi kedua negara kembali membentur jalan buntu. Hubungan Washington dan Teheran kembali memanas akibat perselisihan mengenai poin-poin syarat dalam memorandum, serta sengketa jalur pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi pasokan energi global.

 

BACA JUGA:  Sekjen PBB Harap Selat Hormuz Kembali Dibuka Keadaan Semula