INDORAYATODAY.COM, MANGGARAI – Mendagri Tito Karnavian memastikan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah menangani dampak gempa NTT, termasuk pemulihan layanan dasar dan penyaluran bantuan.
Tito menyampaikan komitmen tersebut saat mengunjungi Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis.
Ia memastikan masyarakat dan pemerintah daerah tidak menghadapi bencana tersebut sendirian. Sejumlah menteri, kepala lembaga, hingga pimpinan BUMN telah hadir sejak hari pertama setelah gempa untuk mendukung penanganan di lapangan.
“Pemerintah pusat pasti enggak akan tinggal diam. Kita keroyok semua ya,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Selama lima hari berada di NTT, Tito mengunjungi sejumlah wilayah terdampak untuk memantau langsung penanganan bencana.
Langkah awal dilakukan dengan melakukan supervisi terhadap dana Transfer ke Daerah (TKD) di kabupaten dan kota di NTT.
Pemerintah pusat memastikan dukungan anggaran tersebut digunakan secara tepat dalam penanganan dampak bencana.
Dalam Rapat Koordinasi Penanganan Gempa Wilayah NTT pada Minggu (16/8/2026), Tito menegaskan penanganan tahap awal harus berfokus pada penyelamatan korban dan pemulihan layanan dasar masyarakat.
Layanan tersebut mencakup kelistrikan, telekomunikasi, ketersediaan bahan bakar minyak, logistik, serta penanganan korban meninggal dunia dan warga yang mengalami luka.
Pada hari yang sama, Tito meninjau penanganan pascagempa di Kabupaten Manggarai Timur dan menyerahkan bantuan berupa tenda, makanan, serta makanan cepat saji.
Sehari kemudian, ia memimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Manggarai Timur. Setelah upacara, Tito meninjau kerusakan di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, yang disebut sebagai salah satu wilayah terdampak paling parah.
Ia kemudian mendorong agar penyaluran bantuan untuk Manggarai Timur memprioritaskan wilayah tersebut.
Selain menyalurkan bantuan, Tito meminta pemerintah daerah mempercepat pendataan kerusakan dan dampak gempa.
Data yang dibutuhkan mencakup kondisi rumah, fasilitas ibadah, fasilitas pendidikan, sarana usaha, serta berbagai fasilitas publik.
Data tersebut menjadi dasar kementerian dan lembaga untuk menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari,” ujar Tito.
Dalam kunjungannya, Kemendagri menyerahkan santunan Rp15 juta kepada ahli waris korban meninggal dunia. Bantuan lain berupa dua genset, 10 velbed, dan uang tunai Rp200 juta diberikan untuk dua desa.
Pada Selasa (18/8/2026), Tito melanjutkan pemantauan ke Kabupaten Ende dan Nagekeo. Di Kecamatan Nangapanda, ia kembali menyerahkan santunan Rp15 juta kepada ahli waris korban.
Saat melintasi Kampung Kajulaki, Mbay, rombongan Tito dihentikan warga yang menyampaikan keluhan terkait dampak gempa. Tito kemudian menitipkan bantuan Rp50 juta kepada ketua RT untuk dibagikan kepada warga. ***

Tinggalkan Balasan