DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 tak hanya menjadi panggung kompetisi atlet. Pemerintah Kota Depok membidik perhelatan itu sebagai penggerak ekonomi daerah.
Sektor perhotelan, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diproyeksikan ikut menikmati perputaran ekonomi selama ajang berlangsung.
Asisten Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Kota Depok, Nina Suzana, mengatakan persiapan sebagai tuan rumah terus dimatangkan. Nina juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Besar Porprov XV Jabar untuk Kota Depok.
“Porprov XV ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum besar untuk menggerakkan perekonomian daerah,” kata Nina saat menjadi pembina apel pagi ASN di Balai Kota Depok, Senin, 24 Agustus 2026.
Porprov XV Jabar dijadwalkan berlangsung pada 7-22 November 2026. Depok menjadi salah satu tuan rumah bersama Kota Bekasi dan Kota Bogor.
Menurut Nina, sekitar 3.500 atlet akan datang ke Depok untuk mengikuti pertandingan. Mereka akan datang bersama ofisial dan anggota kontingen dari berbagai daerah di Jawa Barat.
“Kehadiran ribuan tamu kontingen tentu akan meningkatkan okupansi hotel, kuliner, hingga UMKM di Kota Depok,” ujarnya.
Nina menilai mobilitas ribuan peserta selama pertandingan akan menciptakan aktivitas ekonomi baru. Pengeluaran kontingen untuk kebutuhan akomodasi, makanan, transportasi, dan kebutuhan lainnya berpotensi mengalir ke pelaku usaha lokal.
Depok sendiri akan menggelar 10 cabang olahraga dengan 12 disiplin pertandingan. Sejumlah fasilitas olahraga telah disiapkan sebagai lokasi pertandingan.
GOR Kota Depok akan digunakan untuk cabang olahraga karate dan basket. Emeralda Golf Club menjadi venue pertandingan golf.
Lapangan Kukusan disiapkan untuk woodball. Sementara Stadion Merpati dan Lapangan Mahakam akan menjadi lokasi sepak bola putri.
Adapun Eden Sport Bojongsari akan digunakan untuk pertandingan hoki dan floorball.
Untuk cabang olahraga selancar ombak, pertandingan digelar di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, karena Depok tidak memiliki wilayah laut.
Nina mengatakan status tuan rumah merupakan pengalaman pertama bagi Depok. Karena itu, penyelenggaraan Porprov menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan kota sekaligus memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Ini adalah kali pertama Kota Depok dipercaya menjadi tuan rumah Porprov Jabar. Sebagai tuan rumah, kita harus memberikan pelayanan terbaik bagi sekitar 3.500 atlet yang akan hadir dan berlaga di kota kita,” katanya.
Dengan waktu pelaksanaan yang tinggal beberapa bulan, Nina meminta seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat ikut mengambil peran. Kesuksesan Porprov, kata dia, bukan hanya tanggung jawab panitia, tetapi juga menjadi kepentingan bersama.
“Ini hajat besar kita bersama. Saya mengajak seluruh panitia dan jajaran Pemkot Depok untuk sama-sama menyukseskan Porprov XV Jawa Barat 2026,” ujar Nina.

Tinggalkan Balasan