INDORAYATODAY.COM, DEPOK — Anggota DPRD Kota Depok Qonita Lutfiyah mendukung pelebaran Jalan Enggram dan Pemuda sebagai upaya pemerintah mengurai kemacetan di kawasan Sawangan.

Menurut Qonita, kemacetan telah menjadi persoalan yang berlangsung lama di Sawangan. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada jam kerja, tetapi juga kerap terlihat pada akhir pekan.

“Semangat pemerintah dalam menyerap aspirasi masyarakat, khususnya kemacetan yang menjadi masalah terus-menerus dan menahun, khususnya di Sawangan ini,” kata Qonita.

Ia menilai pelebaran Jalan Enggram menjadi salah satu langkah pemerintah dalam merespons persoalan tersebut. Infrastruktur itu diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini dirasakan masyarakat.

Qonita mengatakan efektivitas pelebaran jalan akan semakin terlihat setelah rekayasa lalu lintas diterapkan. Ia juga berharap pengembangan infrastruktur tidak berhenti di satu titik agar kemacetan tidak sekadar berpindah lokasi.

“Ketika memang nanti sudah terealisasi Jalan Enggram ini, artinya sudah bisa ada rekayasa lalu lintasnya, itu pasti akan sangat efektif. Bisa terurai,” ujarnya.

Menurut dia, perluasan jalan hingga kawasan Tanjakan dan Parung Bingung juga akan semakin mendukung upaya mengurai kemacetan di Sawangan.

“Apalagi nanti kalau sampai Tanjakan, sampai Parung Bingung nanti ada perluasan jalan juga, itu juga akan lebih efektif lagi, sehingga kemacetannya tidak nanti pindah, tapi juga bisa terurai semuanya,” kata Qonita.

Qonita juga menyatakan dukungan terhadap wacana pelebaran jalan dari Parung Bingung hingga pintu tol atau akses keluar tol yang sebelumnya disampaikan Wali Kota Depok Supian Suri.

Ia menegaskan DPRD Kota Depok akan mendukung program pemerintah selama pembangunan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Iya, selama itu untuk kebutuhan masyarakat, pasti kita DPRD akan selalu support,” tegasnya.

BACA JUGA:  Habib Gasim Tekankan Peran Struktur PKS sebagai Ujung Tombak Serap Aspirasi

Namun, Qonita menilai pembangunan Kota Depok tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur. Pemerintah juga perlu memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pendidikan dan kesehatan.

Ia mengapresiasi program Rintisan Sekolah Swasta Gratis sebagai salah satu terobosan pemerintah di bidang pendidikan.

Menurutnya, peningkatan pelayanan kesehatan juga diperlukan agar pembangunan tidak hanya menghasilkan perbaikan fisik, tetapi turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Bukan hanya infrastruktur, tapi juga sumber daya manusianya,” ujarnya.

Bagi Qonita, pembangunan Jalan Enggram dan Pemuda menjadi bagian dari upaya pemerintah menjawab persoalan yang telah lama disampaikan masyarakat Sawangan.

Jika dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi, pembangunan tersebut diharapkan dapat memperbaiki mobilitas sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup warga. ***