DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Warga Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, digegerkan penemuan seorang kakek meninggal dunia di rumahnya.

Korban, HZ, 79, ditemukan sudah tidak bernyawa pada Rabu pagi, 26 Agustus 2026.

Jasad korban ditemukan di atas kasur dalam kondisi sudah membusuk.

Rumah korban berada di Jalan Abus RT 002/RW 003, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok.

Penemuan bermula ketika tetangga mencium bau menyengat dari rumah korban sekitar pukul 05.00 WIB.

Saksi bernama Mastanah, 63, kemudian meminta bantuan warga mengecek kondisi rumah tersebut.

Pintu rumah terkunci dari dalam sehingga warga berupaya membukanya secara paksa.

Saat diperiksa, HZ ditemukan terbaring di atas kasur hanya mengenakan sarung.

Mastanah menyebut korban sebelumnya sempat mengeluhkan sejumlah gangguan kesehatan kepada tetangga.

“Korban pernah mengeluhkan sesak napas dan tidak bisa BAB,” kata Mastanah di lokasi.

Menurut dia, korban juga sering buang air kecil hingga sekitar 10 kali sehari.

Mastanah mengatakan kondisi korban masih terlihat normal beberapa hari sebelum ditemukan meninggal.

“Jumat masih salat Jumat di masjid. Sabtu masih meminta air minum,” ujarnya.

Setelah itu, korban tidak terlihat keluar rumah selama sekitar tiga hari.

Kondisi tersebut membuat tetangga mulai curiga hingga akhirnya menemukan korban sudah meninggal dunia.

Korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut selama sekitar 10 tahun.

Tiga anak perempuan korban disebut sudah dewasa dan tinggal di rumah masing-masing.

Setelah penemuan itu, warga melaporkannya kepada Ketua RT Abdul Rohim.

Laporan kemudian diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Meruyung, Aiptu Sholeh.

Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut.

Anggota SPKT bersama Pawas Iptu Suharyoko langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

BACA JUGA:  Depok Tak Main-Main! 75 Bangunan Liar Dirobohkan dalam Operasi Terpadu Satpol PP

Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan lokasi dari kerumunan warga.

“Untuk sementara, berdasarkan keterangan saksi, korban diduga meninggal karena sakit,” kata Kompol Chairul.

Polisi masih menunggu kedatangan keluarga korban dari Pamulang sebelum proses berikutnya dilakukan.

Chairul mengatakan keluarga dapat menyatakan tidak bersedia dilakukan visum apabila menerima dugaan korban meninggal karena sakit.

Pernyataan tersebut nantinya dituangkan dalam surat dan diketahui lingkungan setempat.