INDORAYATODAY.COM — Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengawal langsung penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor. Jenal bahkan memilih bermalam di lokasi kejadian selama empat hari berturut-turut untuk memastikan proses pemadaman dan pendinginan tumpukan sampah berjalan optimal.

“Abdi masih stay di kebakaran Galuga sudah empat hari tidak pulang,” kata Jenal melalui pesan singkat, Jumat (11/9/2026).

Jenal menjelaskan, Pemkot Bogor bekerja sama dengan Pemkab Bogor mengerahkan berbagai langkah untuk menjinakkan api.

Selain penyemprotan air secara masif, petugas membuat kanal dan lereng buatan guna menyekat kobaran api, serta mengoperasikan alat berat untuk mengaduk tumpukan sampah agar titik panas (hotspot) di lapisan dalam dapat didinginkan.

“Upaya maksimal terus kita lakukan untuk percepatan pemadaman api ini,” ujar Jenal di lokasi kejadian.

Tantangan utama di lapangan adalah kendala aksesibilitas kendaraan pemadam ke sejumlah titik api. Guna mengatasinya, pasokan air disokong oleh PDAM Kabupaten Bogor, armada damkar lintas daerah, hingga bantuan pemadaman udara (water bombing) sebanyak 10 sortie dari TNI AU yang dikoordinasikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH.

Kebakaran TPAS Galuga berawal pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB dari lahan di sekitar kawasan TPA. Angin kencang membuat kobaran api dengan cepat merambat dan membesar di area penampungan sampah regional tersebut.

Sebagai langkah antisipasi dampak kesehatan, pemerintah telah menyiapkan sistem pemantauan kualitas udara untuk memonitor kondisi lingkungan sekitar dan menentukan imbauan bagi masyarakat.

TPAS Galuga merupakan fasilitas vital yang menampung beban sampah hingga 1.500 ton per hari dari wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Pada Desember 2025 lalu, kedua pemerintah daerah telah menandatangani perjanjian kerja sama penguatan pengelolaan sampah regional Bogor Raya di TPAS tersebut.

BACA JUGA:  Inflasi Depok 3,07 Persen, Supian Suri Pastikan Operasi Pasar dan Distribusi Pangan Terus Diperkuat

Jenal menegaskan, meski titik api utama berhasil dikendalikan, penyisiran dan pendinginan terus dilakukan karena potensi nyala api susulan kerap muncul akibat tiupan angin.

Pemadaman baru dinyatakan selesai total apabila seluruh titik panas telah hilang dan operasional pengangkutan sampah kembali normal.