DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Kabar baik bagi warga Depok. Jembatan gantung di Alun-alun Barat (Albar) Depok segera kembali dibuka.

Jembatan yang berada di perbatasan Kecamatan Sawangan dan Bojongsari itu kini memasuki tahap finalisasi perbaikan.

Kepala DLHK Kota Depok Reni Siti Nuraeni memastikan kondisi jembatan sudah siap digunakan.

Hal itu disampaikan Reni setelah meninjau langsung jembatan tersebut pada Selasa (15/9/2026).

“InsyaAllah sudah aman,” kata Reni.

Menurut dia, pengecekan fisik dan uji coba terhadap jembatan juga telah dilakukan.

Dalam uji coba tersebut, sekitar 20 orang menaiki jembatan untuk memastikan kondisinya.

“Hari ini kami memastikan semuanya sudah siap,” ujarnya.

Reni menargetkan jembatan tersebut sudah dapat dibuka kembali pada pekan ini.

Dia menyebut hasil pengecekan konstruksi menunjukkan jembatan telah siap digunakan.

“Kalau melihat dari konstruksi, sepertinya sudah siap,” tuturnya.

Jembatan gantung Albar sebelumnya ditutup sejak awal tahun.

Penutupan dilakukan setelah kabel penahan jembatan mengalami kerusakan akibat pohon tumbang dan angin kencang.

Perbaikan difokuskan pada bagian kabel penahan yang sempat bergeser.

Sejumlah bagian jembatan juga dibongkar ulang untuk memastikan keamanan struktur.

“Yang diperbaiki adalah bagian kabel penahan jembatan,” jelas Reni.

Sementara itu, struktur jembatan lainnya tetap dipertahankan.

Berdasarkan hasil pengecekan dan uji coba, kemampuan jembatan dalam menopang beban masih dinilai memadai.

DLHK juga memberikan batasan jumlah pengguna demi menjaga keamanan.

Maksimal 40 orang diperbolehkan berada di atas jembatan dalam satu waktu.

“Untuk amannya maksimal 40 orang. Kemarin saat diuji coba sekitar 20 orang dan kondisinya aman,” ungkap Reni.

DLHK turut melakukan penataan pohon di sekitar jembatan.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang, terutama saat memasuki musim hujan.

BACA JUGA:  Pegolf Cilik Depok Rakha Hamzah Siap Tantang Jepang, Korea, dan Thailand

“Pohon-pohon yang rimbun di sekitar lokasi sudah kami rapikan,” katanya.

Reni meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas tersebut setelah kembali dibuka.

Jembatan gantung itu juga harus digunakan sesuai peruntukannya dan bukan untuk kendaraan bermotor.

“Gunakan sesuai fungsinya dan perhatikan keamanan serta keselamatan,” pungkasnya.