INDORAYATODAY.COM, DEPOK — Sebanyak 120 becak listrik diserahkan kepada penerima di Kota Depok untuk membantu pengemudi, terutama kalangan lanjut usia, menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih ringan.

Penyerahan becak listrik bantuan Presiden RI tersebut berlangsung di Aula Teratai, Balai Kota Depok, Senin (5/10/2026).

Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko mengatakan perhatian terhadap pengemudi lansia menjadi salah satu latar belakang program tersebut.

Ia menceritakan masih terdapat pengemudi becak yang tetap mencari nafkah dengan mengayuh meski telah memasuki usia lanjut.

Karena itu, penyaluran becak listrik dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan pengemudi berusia 70 tahun ke atas.

Penggunaan tenaga listrik membuat pengemudi tidak perlu mengandalkan kekuatan fisik sepenuhnya ketika membawa penumpang.

Teguh berharap kemudahan tersebut dapat membantu para pengemudi menjalankan pekerjaannya tanpa mengeluarkan tenaga sebesar saat menggunakan becak konvensional.

“Pertama, tenaga para pengemudi becak adalah sedikit yang dipakai, tapi waktu menggunakan becak listrik termasuk mengangkut penumpangnya bisa berlipat ganda,” kata Teguh.

Menurut dia, pengemudi yang sebelumnya cepat kelelahan setelah beberapa kali membawa penumpang berpeluang bekerja lebih lama dengan bantuan tenaga listrik.

Kemudahan itu diharapkan ikut membuka kesempatan bagi pengemudi untuk mendapatkan lebih banyak penumpang.

“Dengan harapan pendapatannya bertambah,” ujarnya.

Teguh berharap peningkatan pendapatan nantinya dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga para pengemudi, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga pendidikan anak.

Teguh mengatakan penyaluran becak listrik dilakukan berdasarkan skala prioritas usia.

Tahap awal menyasar pengemudi berusia 70 tahun ke atas. Setelah kelompok tersebut terpenuhi, distribusi direncanakan berlanjut kepada pengemudi berusia 60 tahun dan kemudian 50 tahun.

Menurut Teguh, sebanyak 12.410 becak listrik telah dibagikan. Sepanjang 2026, jumlah penyalurannya ditargetkan dapat mencapai 25.000 unit.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Siapkan Tempat Ngecas Becak Listrik di Kantor Kelurahan

Ia menyebut distribusi bantuan diarahkan menjangkau berbagai wilayah Indonesia secara bertahap.

Teguh juga mengingatkan penerima untuk menjaga dan merawat becak listrik agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Pesan saya, becak listrik bantuan Pak Presiden tidak boleh dijual,” kata Teguh.

Yayasan GSN juga memberikan pelatihan kepada pengemudi mengenai pengoperasian serta penanganan kerusakan ringan pada becak listrik.

Apabila suatu saat penerima sudah terlalu lanjut usia dan tidak lagi mampu mengoperasikannya, Teguh mengatakan becak dapat diteruskan kepada anak kandung penerima.

Ia juga menegaskan tidak ada biaya yang dibebankan kepada pengemudi untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Para pengemudi becak tidak ada pemungutan uang satu perak pun,” ujarnya. ***