INDORAYATODAY.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung hampir empat jam tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari krisis Palestina hingga kerja sama ekonomi.

Kedatangan Presiden El-Sisi disambut hangat sejak memasuki kawasan Monas dengan iringan ratusan pasukan berkuda, motoris, serta lambaian tangan ratusan anak sekolah di sepanjang jalan.

Setibanya di halaman Istana Merdeka pukul 10.30 WIB, Presiden Prabowo langsung menyambut El-Sisi dengan pelukan hangat sebelum melanjutkan upacara penyambutan kenegaraan secara khidmat.

Sepakati 4 Nota Kesepahaman (MoU)

Setelah prosesi penyambutan dan pengenalan delegasi masing-masing negara, kedua pemimpin menggelar pertemuan bilateral yang menghasilkan empat nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di berbagai bidang strategis.

“Kunjungan ini telah menghasilkan sejumlah kesepakatan bilateral di bidang kerja sama kelautan dan perikanan, statistik, investasi, industri pertahanan, perdagangan dan ekonomi, serta rencana aksi kemitraan strategis,” ujar Prabowo usai pertemuan.

Adapun rincian empat kerja sama resmi yang ditandatangani meliputi:

Rencana Aksi Kemitraan Strategis: Kerjasama antara Kementerian Luar Negeri kedua negara.

Fasilitas Bebas Visa: Berlaku bagi pemegang paspor diplomatik, paspor dinas, dan paspor khusus.

Kerja Sama Statistik: Pertukaran data dan penguatan tata kelola statistik antarnegara.

Kelautan dan Perikanan: Kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dengan pemerintah Mesir.

Perkuat Konservasi Laut dan Pemberantasan Illegal Fishing

Secara khusus, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa kerja sama di sektor kelautan dan perikanan akan difokuskan pada keberlanjutan dan perlindungan ekosistem laut.

“Kami sepakat untuk memperkuat kerja sama yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, konservasi sumber daya laut, pemberantasan illegal fishing, serta pertukaran pengetahuan dan keahlian,” tegas Prabowo.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Subianto Tunaikan Zakat Sebelum Pimpin Sidang Kabinet

Selain isu ekonomi dan perikanan, kedua kepala negara juga membahas dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina serta peningkatan sinergi pendidikan, termasuk penguatan program beasiswa dan keberadaan Program Studi Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo.