DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Kota Depok membidik 100 peserta program kuliah dan magang di luar negeri setiap tahun.

Target itu meningkat tajam dari lima pelajar yang diberangkatkan untuk menempuh pendidikan tinggi di Tiongkok.

Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengatakan, program tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Jalanan macet di mana-mana, tapi ada sekitar 60 ribu orang yang masih berada di bawah garis kemiskinan di Kota Depok. Pengangguran juga harus ditekan,” ujar Chandra di Balai Kota Depok, Selasa (13/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan saat pembekalan lima calon mahasiswa sebelum keberangkatan mereka ke Tiongkok.

Kelima pelajar lulusan SMA di Depok tersebut akan menempuh pendidikan Diploma 3 (D3) di Guilin University of Electronic Technology.

Program kuliah yang dipadukan dengan magang itu diharapkan meningkatkan kompetensi peserta sekaligus membuka peluang kerja.

Chandra menilai, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu langkah penting untuk menjawab persoalan sosial dan ekonomi di Depok.

Menurut dia, para peserta diharapkan mampu membawa pulang ilmu dan pengalaman internasional untuk membangun daerah.

“Adik-adik berangkat untuk menuntut ilmu, kemudian nantinya harus kembali lagi untuk membangun Kota Depok,” tegasnya.

Ia juga mendorong para mahasiswa agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan D3.

Peserta diharapkan melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana hingga magister dan doktor jika memiliki kesempatan.

“Jangan pernah berhenti menuntut ilmu sampai akhir hayat. Setelah lulus D3 dan S1, kalau bisa lanjut sampai S2 dan S3,” tambahnya.

Pemkot Depok kini membidik peningkatan kuota program tersebut dari lima peserta menjadi minimal 100 orang per tahun.

Jika terealisasi, target itu membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Depok untuk mengakses pendidikan dan pengalaman kerja internasional.

BACA JUGA:  Jalan Berlubang dan Kemacetan Jadi Momok Stasiun Depok Baru, Warga Resah

Chandra meminta jajarannya membahas persiapan yang diperlukan agar penambahan peserta bisa direalisasikan pada tahun depan.

“Kita harus berdiskusi mengenai apa yang perlu dipersiapkan agar tahun depan jumlah peserta meningkat terus,” pungkasnya.