INDORAYATODAY.COM– Bek sayap Tim Nasional Indonesia Calvin Verdonk mengukir sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil pada ajang tertinggi antarklub Eropa, Liga Champions. Momen bersejarah tersebut terjadi saat klubnya, LOSC Lille, bertandang ke markas Arsenal pada laga kedua fase liga di Stadion Emirates, London, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB.

Verdonk masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-78 menggantikan Romain Perraud. Meski hanya bermain selama 12 menit di atas lapangan, Verdonk tampil impresif dalam membantu lini pertahanan Lille. Berdasarkan catatan UEFA, pemain berusia 29 tahun itu memenangi 75 persen duel lapangan dan mencatatkan 67 persen akurasi operan.

Sayangnya, kehadiran Verdonk belum mampu menyelamatkan Lille dari kekalahan. Arsenal tampil terlalu tangguh dan mengakhiri laga dengan kemenangan telak 3-0 lewat gol Jurrien Timber, Eberechi Eze, dan Bukayo Saka.

Sejak awal laga, Arsenal mendominasi jalannya pertandingan dengan menguasai 55 persen aliran bola. Namun, rapatnya barisan pertahanan Lille sempat membuat anak asuh Mikel Arteta kesulitan membongkar sepertiga akhir lapangan, hingga babak pertama berakhir imbang tanpa gol.

Kebuntuan The Gunners baru terpecahkan pada babak kedua, tepatnya menit ke-64. Memanfaatkan umpan terukur Noni Madueke, Jurrien Timber berhasil melesakkan bola ke gawang Lille untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Hanya berselang tiga menit, Arsenal menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Memanfaatkan kesalahan barisan belakang Lille, Bukayo Saka menyodorkan umpan matang yang diselesaikan dengan dingin oleh Eberechi Eze pada menit ke-67.

Arsenal akhirnya mengunci kemenangan 3-0 pada menit ke-71. Kali ini giliran Bukayo Saka yang mencatatkan namanya di papan skor seusai memaksimalkan umpan dari Kai Havertz.

Hasil ini membawa Arsenal melesat ke peringkat ketiga klasemen sementara fase liga Liga Champions dengan torehan 6 poin dari dua laga. Sementara itu, Lille harus tertahan di posisi ke-32 tanpa raihan poin.

BACA JUGA:  Menelusuri Jejak Sejarah April Mop, Tradisi Jenaka yang Melintasi Zaman