DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengingatkan masyarakat agar lebih cermat menyaring informasi digital. Hoaks menjadi ancaman yang perlu diantisipasi bersama.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Drajat Karyoto, menegaskan pentingnya literasi digital untuk menangkal informasi bohong.
“Kami berharap KIM dapat meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus menangkal hoaks yang beredar,” ujar Drajat, dilansir dari situs resmi Pemkot Depok.
Pernyataan itu disampaikan saat sosialisasi dan pembentukan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) tingkat kelurahan di Balai Kota Depok, Selasa (20/10/2026).
Pemkot Depok mendorong KIM menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat.
Menurut Drajat, perkembangan teknologi membuat informasi semakin mudah menyebar. Namun, masyarakat tetap harus mampu membedakan fakta dan kabar bohong.
Karena itu, keberadaan KIM diharapkan membantu warga lebih kritis sebelum mempercayai maupun membagikan informasi.
Diskominfo Depok juga telah memfasilitasi platform KIM ID untuk mendukung publikasi kegiatan komunitas dan penyebaran informasi positif.
Platform tersebut menjadi ruang bagi komunitas untuk bertukar pengalaman sekaligus memperkenalkan potensi wilayah masing-masing.
Drajat menegaskan, KIM tidak cukup hanya dibentuk secara kelembagaan. Komunitas juga harus aktif memproduksi informasi yang bermanfaat.
Keaktifan anggota menjadi kunci agar KIM mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat hingga tingkat kelurahan.
Selain menangkal hoaks, KIM dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta potensi lokal.
Dengan begitu, keberadaan komunitas tidak hanya membantu masyarakat memperoleh informasi yang tepat, tetapi juga membuka peluang promosi bagi pelaku usaha setempat.
Pemkot Depok berharap seluruh anggota KIM memanfaatkan platform digital tersebut secara optimal, termasuk memberikan masukan untuk pengembangannya.
“Harapan kami, komunitas semakin aktif, bahan publikasinya semakin beragam, dan KIM ID semakin hidup,” kata Drajat.

Tinggalkan Balasan