INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Keterbatasan fasilitas olahraga di sekolah tidak menyurutkan semangat tiga siswa SDN Citayam 1, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, untuk mengukir prestasi di cabang olahraga karate.

Ketiganya adalah Rommi Muhammad Ghaniyy, Rafania Kanya Tsabita, dan Khairunnisa Melia Setiawan. Mereka berhasil membawa pulang sejumlah gelar juara dari turnamen karate tingkat nasional dan daerah.

Menariknya, prestasi tersebut diraih meskipun SDN Citayam 1 belum memiliki kegiatan ekstrakurikuler karate akibat keterbatasan sarana dan tempat latihan.

Kepala SDN Citayam 1, Andi Suhandi, mengaku bangga atas pencapaian para siswanya. Ia menilai prestasi tersebut menunjukkan bahwa bakat anak tetap dapat berkembang melalui ketekunan berlatih dan dukungan keluarga.

Rommi Muhammad Ghaniyy berhasil meraih juara pertama dalam Turnamen Karate Senkaido Series VIII Tahun 2026 untuk kelompok usia 12 tahun.

Pada turnamen yang sama, Rafania Kanya Tsabita meraih juara kedua kategori kata coklat putri kelas IV–VI sekolah dasar.

Sementara itu, Khairunnisa Melia Setiawan mencatatkan dua prestasi dalam Bogor Open Turnamen Karate tingkat Kabupaten Bogor.

Khairunnisa berhasil menjadi juara pertama kategori kata putri beregu usia dini dan juara ketiga kategori kata putri perorangan usia dini.

Keberhasilan ketiga siswa tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah.

“Ini tentunya menjadi kebanggaan bagi kita semua. Saya mewakili pihak sekolah mengucapkan selamat dan sukses kepada para siswa yang telah berjuang serta berhasil menorehkan prestasi demi prestasi. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berlatih, mengembangkan kemampuan, dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar Andi, Rabu (21/10/2026).

Andi mengungkapkan, sekolah sebenarnya mendukung pengembangan bakat siswa di berbagai bidang, termasuk olahraga bela diri.

Namun, keterbatasan fasilitas membuat kegiatan ekstrakurikuler karate belum dapat diselenggarakan di lingkungan sekolah.

BACA JUGA:  Malaysia Ngerengek ke FIFA soal Injury Time Laga Indonesia vs Bangladesh

Salah satu kendalanya adalah penggunaan lapangan yang masih harus dilakukan secara bergantian dengan sekolah lain.

“Kami sangat mendukung anak-anak yang ingin mengembangkan bakat dan hobinya. Walaupun di sekolah belum tersedia ekstrakurikuler karate karena keterbatasan tempat dan fasilitas, kami tetap mengapresiasi prestasi yang mereka raih,” jelasnya.

Dalam kondisi tersebut, Andi menilai keterlibatan orang tua memiliki peran penting untuk membantu anak mengembangkan kemampuan di luar kegiatan belajar formal.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada keluarga ketiga siswa yang telah memberikan dukungan dalam proses pembinaan dan latihan.

Menurutnya, kerja sama antara sekolah dan orang tua diperlukan agar potensi peserta didik dapat terus berkembang.

Andi berharap keberhasilan Rommi, Rafania, dan Khairunnisa menjadi penyemangat bagi siswa SDN Citayam 1 lainnya untuk berani mengikuti kompetisi sesuai minat dan kemampuan masing-masing.

Selain mengejar prestasi, kegiatan olahraga juga diharapkan membantu siswa membangun kedisiplinan, rasa percaya diri, dan sportivitas sejak usia sekolah dasar. ***