INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Target lima besar yang dipasang Wali Kota Depok Supian Suri pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 mendapat tanggapan dari Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok, Herry Suprianto.
Herry mengungkapkan, target tersebut lebih tinggi dibandingkan perhitungan awal KONI yang sebelumnya memproyeksikan kontingen Depok masuk 10 besar.
Meski demikian, ia menegaskan target lima besar dari Pemerintah Kota Depok tidak menjadi beban bagi pengurus maupun atlet. Sebaliknya, target itu dipandang sebagai tambahan motivasi untuk meningkatkan prestasi.
Hal tersebut disampaikan Herry seusai apel pagi yang dirangkaikan dengan pelepasan kontingen Depok di Depok Open Space, Jumat (23/10/2026).
“Sebelumnya 10 besar, ya. Karena memang kita ketahui kan bahwa persaingan di Jawa Barat tuh luar biasa,” ujar Herry kepada wartawan.
Menurutnya, KONI menetapkan target 10 besar berdasarkan penghitungan capaian prestasi atlet serta kekuatan pesaing dari daerah lain.
Sementara itu, target lima besar yang disampaikan Supian Suri menunjukkan harapan pemerintah daerah agar atlet Depok mampu meraih hasil lebih tinggi.
Herry menjelaskan, persaingan olahraga di Jawa Barat sangat kompetitif karena melibatkan sejumlah daerah dengan kekuatan atlet yang diperhitungkan.
Ia menyebut Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi sebagai beberapa daerah yang menjadi bagian dari persaingan tersebut.
Menurut Herry, Jawa Barat juga memiliki banyak atlet yang berprestasi pada tingkat nasional hingga internasional.
Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan KONI dalam menyusun target awal secara terukur.
“Jadi kalau kita bilang target 10 besar, memang kita mengukur secara matematik ya, bahwa kita akan seperti itu,” jelasnya.
Kendati demikian, Herry menyambut positif target lima besar yang diumumkan Wali Kota Depok.
“Tapi sekali lagi, apa yang disampaikan oleh Pak Wali itu bukan menjadi beban buat KONI, bukan menjadi beban buat pengurus, tetapi ini lebih motivasi bisa lebih mengena kepada para atlet kita,” katanya.
Ia berharap perhatian pemerintah daerah mampu mendorong atlet yang semula diproyeksikan meraih medali perunggu atau perak untuk meningkatkan pencapaiannya menjadi emas.
“Mudah-mudahan dari perunggu bisa menjadi emas, perak pun juga bisa menjadi emas,” ungkapnya.
Di tengah target lima besar dari Pemerintah Kota Depok, Herry menyebut KONI telah menyusun perhitungan peluang perolehan medali berdasarkan hasil berbagai kejuaraan.
Salah satu sasaran yang dipasang adalah meraih 30 medali emas pada Porprov Jawa Barat 2026.
Herry mengatakan angka tersebut disusun dengan mempertimbangkan hasil uji coba, kejuaraan nasional, dan kejuaraan daerah yang diikuti para atlet.
Ia mencontohkan cabang olahraga arung jeram yang berhasil meraih empat medali emas dalam kejuaraan nasional.
“Begitu juga dengan capaian ketika di Kejurda tingkat Provinsi Jawa Barat. Nah, itulah yang menjadi parameter kita kenapa mereka bisa sampai 30 medali emas,” jelasnya.
Herry menyebut peluang perolehan medali secara matematis masih dapat melampaui target tersebut. Namun, KONI tetap menggunakan angka 30 emas sebagai sasaran yang diperhitungkan.
Untuk menghadapi Porprov XV Jawa Barat 2026, kontingen Depok diperkuat 685 atlet.
Herry juga menyebut sekitar 70 persen dari pengurus cabang olahraga yang mengikuti kegiatan tersebut diperkirakan memiliki potensi menyumbangkan medali.
Sebelumnya, Supian Suri menegaskan target lima besar didasari status Depok sebagai salah satu tuan rumah, persiapan atlet, serta rencana pengerahan dukungan masyarakat saat pertandingan.
Herry berharap dukungan pemerintah dan masyarakat dapat menjadi dorongan bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus meningkatkan capaian kontingen Depok. ***

Tinggalkan Balasan