INDORAYATODAY.COM – Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Mensesneg) menyatakan tengah mempertimbangkan kebijakan untuk membatasi peredaran dan pengaruh game online bertema perang.

Langkah ini merupakan respons menyusul insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Sabtu (8/11).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyebutkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap pengaruh negatif dari permainan daring, khususnya yang melibatkan penggunaan senjata api.

“Beliau (Presiden Prabowo) tadi menyampaikan bahwa, kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh-pengaruh dari game online,” kata Prasetyo Hadi seusai rapat terbatas di Kertanegara, Jakarta Selatan, Ahad (9/11).

Menurut Prasetyo, beberapa game online dikhawatirkan memiliki kandungan yang kurang baik dan berpotensi memengaruhi psikologis serta mental generasi mendatang.

Prasetyo mencontohkan game bergenre battle royale seperti Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG). Ia menilai, konten di dalamnya membuat pemain mudah mempelajari jenis-jenis senjata, yang dianggap berbahaya.

“Ini kan secara psikologis, terbiasa yang melakukan yang namanya kekerasan itu sebagai sesuatu yang mungkin menjadi biasa saja,” jelasnya, merujuk pada sensasi menembak yang dialami pemain dalam game tersebut.

BACA JUGA:  Menlu Sugiono: Kekayaan Intelektual Jadi Motor Ekonomi Indonesia