INDORAYATODAY.COM — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk menjawab tantangan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait percepatan serapan belanja keuangan daerah di tahun anggaran 2026.
Komitmen ini disampaikan Rudy menyusul kebijakan pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh Kementerian Keuangan, di mana Kabupaten Bogor termasuk salah satu daerah yang TKD-nya dipangkas hingga Rp622 miliar untuk tahun 2026.
Menkeu Purbaya sebelumnya menjanjikan peningkatan alokasi TKD di sisa tahun anggaran 2026, asalkan penyerapan anggaran daerah, khususnya pada triwulan I tahun 2026, menunjukkan kinerja yang baik. Hal ini akan menjadi dasar bagi Menkeu untuk mengusulkan kenaikan TKD kepada Presiden Prabowo Subianto.
Menyambut tantangan tersebut, Bupati Rudy Susmanto mengatakan pihaknya tengah berupaya keras memilah dan memproses program-program prioritas Pemkab Bogor yang bernilai besar. Tujuannya adalah untuk mempercepat pemberkasan tender atau lelang.
“Untuk program prioritas tahun, kami akan lalukan pemberkasan lelang di Desember 2025. Sehingga, pada Januari lelang sudah bisa berjalan dan di triwulan I tahun 2026 bisa mulai pekerjaan di lapangan,” jelas Rudy Susmanto, Rabu (12/11/2025).
Rudy menambahkan, langkah percepatan lelang dan pekerjaan di lapangan ini akan segera dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri. Hal ini merupakan upaya Pemkab Bogor untuk kembali menyeimbangkan neraca keuangan daerah pascapemotongan TKD.
Meskipun pemotongan TKD berdampak signifikan terhadap kemampuan fiskal Kabupaten Bogor, Rudy menilai kebijakan pemerintah pusat ini justru menjadi pemacu semangat.
“Tentu pemotongan TKD sangat berdampak terhadap kemampuan fiskal Kabupaten Bogor. Tapi di sisi lain, kebijakan itu menjadi pelecut semangat agar kami semakin baik dalam tata kelola keuangan, terutama anggaran pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat,” pungkas Rudy.

Tinggalkan Balasan