DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota Depok memastikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Kreasi Inklusi Indonesia (FKII) 2025, yang menjadi bagian dari peringatan Hari Disabilitas Internasional. Tahun ini, festival mengusung tema “Dari Kota Depok Bakti untuk Negeri, Bersama Disabilitas Indonesia Inklusi.”
Dukungan ini disampaikan langsung Wali Kota Depok, Supian Suri, saat bertemu dengan panitia yang digagas Yayasan Rumah Pengembangan dan Pemberdayaan Disabilitas (YRPPD) serta You Can Do It (YCD) Organizer.
Pemkot Depok menegaskan komitmennya sesuai UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang mewajibkan pemerintah menyediakan ruang dan layanan publik yang inklusif serta setara.
“Kami Pemerintah Kota Depok, sangat mendukung acara Kreasi Inklusi ini. Untuk itu, saya sarankan agar tempat pelaksanaannya dipindah ke Alun-alun Timur Depok, agar lebih meriah, mudah diakses, dan ramah bagi teman-teman disabilitas,” kata Wali Kota Supian Suri, belum lama ini.
FKII 2025 juga mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia (KND-RI). Berdasarkan Perpres No. 68 Tahun 2020, KND bertugas memastikan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan memantau fasilitas publik agar sesuai prinsip inklusivitas dan aksesibilitas.
Menindaklanjuti arahan Wali Kota, Project Manager FKII 2025, Indah Mega Puspita, memutuskan lokasi acara dipindahkan dari GOR Kota Depok ke Alun-alun Timur Depok, Jalan Boulevard GDC. Lokasi ini dinilai lebih representatif, strategis, dan sesuai prinsip universal design.
“Setelah kami mempertimbangkan masukan dari Bapak Wali Kota, akhirnya kami sepakat untuk memindahkan lokasi ke Alun-alun Timur Depok. Tempat ini lebih inklusif, lebih luas, dan memberi ruang interaksi yang lebih nyaman bagi masyarakat,” ujar Mega dalam keterangan resminya, Selasa (25/11/2025).
Selain lokasi, waktu acara juga dimajukan menjadi pukul 15.00 WIB hingga selesai, agar lebih ramah keluarga dan memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat.
FKII 2025 resmi digelar pada 6 Desember 2025 di Alun-alun Timur Depok. Festival ini menjadi ruang apresiasi karya dan kreativitas penyandang disabilitas dari berbagai daerah, sekaligus memperkuat citra Depok sebagai kota inklusif.
“Festival ini bukan hanya panggung seni, tetapi juga gerakan sosial untuk memastikan inklusi bukan sekadar konsep, melainkan praktik nyata di Kota Depok dan seluruh Indonesia,” pungkas Mega.

Tinggalkan Balasan