INDORAYATODAY.COM – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyatakan bencana lingkungan yang dihadapi Indonesia saat ini disebabkan oleh dua faktor utama: perubahan iklim global dan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh manusia.

Pernyataan ini disampaikan dalam peluncuran Dana Inovasi Teknologi dan Kajian Solusi Berketahanan Iklim di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

“Sebagian bencana memang karena perubahan iklim, tapi sebagian juga karena ada persoalan disiplin, ketidaktertiban, dan pelanggaran yang dilakukan oleh kita sebagai umat manusia,” ujar Rachmat.

Rachmat mencontohkan bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, yang dipicu oleh hujan monsun intens.

Bappenas memperingatkan, tanpa intervensi kebijakan yang tepat, kerugian ekonomi dan sosial Indonesia akan semakin membesar dan memperburuk krisis iklim.

Dia juga menyoroti data global mengenai dampak krisis iklim:Berdasarkan IPCC (2022), 50-75% populasi global berpotensi terdampak kondisi iklim yang mengancam pada tahun 2100.

Polusi udara menyebabkan hingga 4,2 juta kematian setiap tahun (UNFCCC, 2022).Tahun 2024 menjadi tahun terpanas dengan suhu rata-rata global $1,55^\circ\text{C}$ di atas baseline pra-industri (WMO, 2024).

Untuk mengatasi persoalan ini, Bappenas meluncurkan Innovation and Technology Fund (ITF), sebuah mekanisme pendanaan bersama Inggris untuk mendukung implementasi pembangunan rendah karbon di tingkat provinsi.

“Setiap keterlambatan akan dibayar dengan biaya sosial dan ekonomi yang semakin besar. Marilah kita jadikan momentum ini sebagai penguat tekad bersama untuk mendorong inovasi dan teknologi dalam memperkuat ketahanan Indonesia terhadap perubahan iklim,” tutup Rachmat.

BACA JUGA:  Ketua MPR RI Tegaskan Gibran Rakabuming Raka Wakil Presiden yang Sah