DEPOK, INDORAYA TODAY – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan akses sanitasi aman bagi masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui program pembangunan septictank yang ditargetkan menyasar ratusan penerima manfaat pada tahun 2026.
Program ini menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya konsep Kota Cerdas (Smart City), sekaligus mendorong pencapaian target bebas stunting dan bebas praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Kota Depok.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, menegaskan bahwa pembangunan septictank merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor sanitasi.
“Melalui Bidang Pengelolaan Air Limbah dan Air Minum, kami terus berkomitmen meningkatkan akses sanitasi aman bagi masyarakat. Program pembangunan septictank ini menjadi bagian dari dukungan menuju Smart City serta pencapaian target No Stunting dan No BABS,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Pada tahun 2026, DPUPR Kota Depok akan membangun sebanyak 458 septictank yang diperuntukkan bagi BNBA atau calon penerima manfaat. Pembangunan tersebut tersebar di sejumlah wilayah kecamatan guna memastikan pemerataan akses sanitasi yang layak.
Adapun sebaran pembangunan meliputi Kecamatan Limo sebanyak 11 titik, Beji 52 titik, Cilodong 44 titik, Pancoran Mas 44 titik, Sawangan 47 titik, Sukmajaya 35 titik, Bojongsari 39 titik, Cimanggis 47 titik, Cinere 34 titik, Cipayung 50 titik, serta Tapos sebanyak 48 titik.
Yodi menambahkan, program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perubahan perilaku masyarakat agar semakin sadar pentingnya sanitasi yang sehat dan layak.
“Sebanyak 458 septictank akan dibangun bagi BNBA yang tersebar di sejumlah kecamatan. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan masyarakat memiliki akses sanitasi yang memadai sekaligus mendukung target Depok bebas BABS,” jelasnya.
Dengan langkah tersebut, DPUPR Kota Depok optimistis kualitas kesehatan lingkungan masyarakat akan semakin meningkat, sekaligus mempercepat terwujudnya kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan