INDORAYATODAY.COM — Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang memicu aksi solidaritas lintas daerah. Wakil Wali Kota Bogor, Zainal Mutaqin, turun langsung memberikan bantuan dan menghabiskan tiga malam menginap bersama para pengungsi di Kampung Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang.
Zainal mengaku hatinya terpanggil setelah menyaksikan kedahsyatan banjir melalui media sosial. Ia pun segera meminta izin kepada Wali Kota Bogor untuk berangkat menuju lokasi terdampak.
“Ternyata banjir yang terjadi di daerah ini sangat dahsyat dan mengerikan. Saya sudah tiga malam begadang dan menginap di bawah tenda bersama pengungsi di Kota Lintang Bawah ini,” ujar Zainal saat ditemui di lokasi posko, Rabu (17/12).
Kehadiran Pemerintah Kota Bogor tidak sekadar kunjungan seremonial. Zainal memboyong tim lengkap yang terdiri dari Kepala BPBD, personel Satpol PP, serta tenaga ahli. Fokus utama bantuan diarahkan pada pemulihan kesehatan dan trauma pascabencana.
“Kami membawa empat orang dokter, dua psikolog, serta obat-obatan. Kami juga mendirikan posko kesehatan untuk melayani warga,” jelasnya.
Selain bantuan medis, tim juga menyediakan sarana fisik berupa mesin pompa air, genset, pembangunan MCK, hingga material bangunan seperti semen dan kayu lapis untuk membantu warga memperbaiki hunian yang rusak. Uniknya, tim relawan juga menyertakan tukang cukur untuk melayani warga di pengungsian.
Zainal menekankan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan kolaborasi antara dana pribadi dan donasi kolektif dari masyarakat Kota Bogor. Hal ini menjadi bentuk nyata persaudaraan antarwarga meski terpisah jarak yang jauh.
Selama di pengungsian, Zainal memilih untuk menyatu dengan warga, tidur beralaskan seadanya di bawah tenda, dan menyantap makanan darurat bersama pengungsi. Ia mengaku prihatin melihat kondisi Kampung Kota Lintang Bawah yang luluh lantak.
“Hampir semua rumah warga hanyut atau rusak berat akibat terjangan banjir bandang yang membawa material kayu gelondongan dan lumpur. Kondisinya sangat menyedihkan,” tuturnya.
Setelah menyelesaikan misi kemanusiaan di Aceh Tamiang, Zainal dijadwalkan bertolak ke Banda Aceh pada Kamis (18/12) untuk menyerahkan bantuan resmi dari Pemerintah Kota Bogor kepada Pemerintah Provinsi Aceh.

Tinggalkan Balasan