INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok menegaskan turnamen olahraga pelajar tidak lagi diposisikan semata sebagai ajang perebutan gelar juara. Kompetisi yang rutin diselenggarakan diarahkan menjadi instrumen talent scouting untuk menjaring dan membina atlet potensial secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Depok, Eko Herwiyanto, menegaskan setiap turnamen olahraga pelajar yang digelar di Kota Depok dilengkapi dengan mekanisme pemantauan atlet.

“Tentu saja setiap kepanitian itu ada yang disebut dengan talent scouting ya, mau untuk basket, baik di bola, di voli, di basket, itu namanya talent scouting,” ujar Eko.

Menurut dia, keberadaan talent scouting memastikan kompetisi tidak berhenti pada penentuan pemenang, tetapi berlanjut pada proses identifikasi atlet berbakat dari berbagai posisi permainan. Atlet yang menunjukkan performa menonjol akan dipantau oleh penyelenggara untuk pembinaan lanjutan.

“Pasti akan dipantau nih, atlet-atlet yang menonjol ya dengan berbagai posisinya itu pasti akan telah dipantau oleh penyelenggara,” katanya.

Pendekatan ini dinilai penting agar potensi atlet pelajar tidak terlewat, sekaligus memastikan pembinaan dilakukan berdasarkan performa nyata di lapangan, bukan sekadar hasil akhir pertandingan.

Eko menjelaskan, skema talent scouting menjadi bagian integral dari strategi pembinaan atlet daerah. Atlet yang teridentifikasi memiliki potensi akan diarahkan untuk mengikuti pembinaan lanjutan bersama induk organisasi cabang olahraga dan organisasi olahraga daerah.

Ia menambahkan, kompetisi seperti Liga Basket Piala Wali Kota Depok 2026 juga menjadi ruang evaluasi hasil latihan atlet di sekolah dan klub.

“Kepada para atlet tentu saja, ini sebagai ajang pembuktian, latihan-latihan yang telah dilaksanakan di klub, di sekolah, ajang ini menjadi pembuktian sejauh mana pencapaian kalian,” ujarnya.

Melalui sistem ini, turnamen diharapkan mampu menjembatani proses pembinaan dari tingkat pelajar menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

BACA JUGA:  Tampil Dominan, Timnas U-17 Tumbang 1-3 dari Zambia Meski Unggul Lebih Dulu

Disporyata Kota Depok menegaskan perubahan paradigma penyelenggaraan turnamen olahraga pelajar. Kompetisi tidak lagi dipandang sebagai agenda seremonial atau sekadar perebutan piala, melainkan sebagai alat seleksi dan pembinaan atlet jangka panjang.

Dengan menjadikan talent scouting sebagai inti turnamen, Pemkot Depok berupaya membangun sistem pembinaan atlet yang lebih objektif, berkelanjutan, dan berbasis performa di lapangan. ***