DEPOK, INDORAYA TODAY – Suasana peresmian Madrasah Tsanawiyah Negeri Pancoran Mas, Kota Depok, Rabu (21/01/2026) mendadak berubah jadi panggung komedi yang menohok. Bukan karena hiburan musik atau atraksi, tapi lantaran pantun tajam anggota DPR RI, Nuroji, yang membuat Wali Kota Depok dan Wakil Menteri Agama (Wamen) tertawa lepas.
Pantun Nuroji itu tak sekadar lucu, melainkan juga menyindir ketimpangan pembangunan madrasah selama puluhan tahun. Di tengah momen bahagia peresmian, ia justru mengingatkan publik soal fakta pahit yang selama ini luput dari perhatian.
“Sebentar lagi bulan puasa, memohon ampun pada yang kuasa. 20 tahun si Anu berkuasa, tidak satupun membangun madrasah,” ujar Nuroji dengan nada jenaka, membuat sejumlah tamu undangan tersenyum kecut.
Pantun itu langsung menohok karena menyindir stagnasi pembangunan madrasah yang terjadi selama 20 tahun. Namun, Nuroji tak berhenti di situ. Ia kembali menyampaikan pantun yang lebih ringan namun tetap “mengena”.
“Timun suri dibawa ke kota, dibuat minuman buka puasa. Sejak Supian Suri jadi Walikota, bakalan banyak dibangun madrasah,” lanjutnya.
Sontak, Wali Kota Depok, Supian Suri, yang duduk di kursi tamu undangan utama, tertawa. Bahkan Wamen Kemenag, H.R. Muhammad Syafi’i, ikut terkekeh melihat cara Nuroji menyampaikan kritik dengan gaya yang santai namun tajam.
Nuroji menutup pantunnya dengan kalimat yang memberi pesan optimis: “Buah kecipir kenapa layu. Jambu hijau jatuh di tanah. Enggak usah dipikir masa lalu. Yang penting Kemenang sudah dikasih tanah”.
Kalimat itu seperti menyiratkan bahwa masa lalu memang penuh keterlambatan, tetapi kini sudah ada titik terang. Bahkan, peresmian madrasah ini menjadi bukti bahwa program membangun madrasah yang dulu hanya janji kampanye, kini mulai terealisasi.
Peresmian Madrasah Tsanawiyah Negeri Pancoran Mas juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting seperti Wali Kota Depok Supian Suri, Wakil Menteri Agama RI H.R. Muhammad Syafi’i, anggota DPRD Provinsi Jabar Pradi Supriatna, Kakanwil Kemenag Jabar Dudu Rohman, serta tamu undangan lainnya.
Suasana peresmian pun jadi momen yang tak terlupakan. Bukan hanya karena madrasah baru, tetapi juga karena pantun Nuroji yang berhasil menghibur sekaligus membangunkan kesadaran publik.

Tinggalkan Balasan