INDORAYATODAY.COM — Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang, Bogor, Selasa (27/1/2026).

Pertemuan ini secara khusus membahas akselerasi kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan sejumlah universitas terkemuka asal Inggris Raya.

Fokus utama dalam pembahasan tersebut adalah realisasi visi Presiden Prabowo untuk membangun 10 kampus baru yang berfokus pada bidang kesehatan serta Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Langkah ini diambil guna mengejar ketertinggalan kualitas SDM nasional di sektor-sektor strategis.

Kolaborasi Global dengan Inggris Raya
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) melaporkan bahwa inisiatif kolaboratif ini disambut hangat oleh pihak mitra di Inggris Raya.

Kerja sama ini tidak hanya mencakup pembangunan fisik infrastruktur pendidikan, tetapi juga transfer kurikulum dan standar riset internasional.

“Inisiatif Bapak Presiden untuk membangun 10 kampus di bidang kesehatan dan STEM melalui kolaborasi dengan universitas ternama Inggris Raya mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak mitra,” ujar Menteri Dikti Saintek dalam laporannya di Hambalang.

Menuju Indonesia Emas 2045
Pembangunan 10 kampus ini diproyeksikan menjadi pilar penting dalam mencetak tenaga medis dan ahli teknologi berkualitas dunia di tanah air.

Dengan menggandeng universitas ternama Inggris, pemerintah berharap lulusan kampus-kampus ini nantinya memiliki daya saing global yang tinggi.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pendidikan di bidang kesehatan dan teknologi adalah fondasi bagi kedaulatan bangsa.

Melalui pemerataan akses pendidikan tinggi berkualitas, pemerintah optimis target Indonesia Emas 2045 dapat dicapai dengan dukungan tenaga ahli dalam negeri yang mumpuni.

BACA JUGA:  Teka-teki Menpora Baru Terjawab, Presiden Prabowo Bilang Begini