INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Ketua Umum HIPMI Kota Depok periode 2026–2029, Ardian Fajar Prastyawan, menegaskan komitmennya menjadikan HIPMI sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Depok. Hal itu disampaikan usai Musda BPC HIPMI Depok di Hotel Savero, Selasa (17/2/2026).
Ardian menyebut sinergi dengan pemerintah daerah menjadi langkah awal yang akan ditempuh setelah kepengurusan terbentuk. Menurut dia, komunikasi intensif diperlukan untuk memetakan persoalan ekonomi yang dapat didukung oleh HIPMI.
“Program kami sebisa mungkin membantu Pemkot Depok. Kami akan membuka ruang komunikasi dan diskusi untuk menggali potensi yang bisa dikerjakan bersama,” ujar Ardian.
Ia menilai dukungan pemerintah daerah yang terbuka memberi peluang bagi organisasi pengusaha muda tersebut untuk merealisasikan berbagai gagasan kewirausahaan. HIPMI, kata dia, ingin berperan sebagai organisasi yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui program yang berdampak langsung.
Terkait pelantikan, Ardian mengatakan jadwal resmi masih menunggu penyusunan struktur kepengurusan. Proses tersebut diperkirakan memakan waktu satu hingga dua bulan setelah musyawarah cabang.
Salah satu fokus utama kepengurusan baru adalah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas melalui program pendampingan. Ardian menyebut pengusaha yang telah mapan di HIPMI akan dilibatkan untuk membina UMKM hingga wirausaha pemula, termasuk mahasiswa.
“Ketika UMKM naik kelas, lapangan kerja terbuka. Semakin banyak orang berwirausaha dan itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Depok,” katanya.
Selain itu, HIPMI Depok juga menyatakan kesiapan mendukung rencana pembentukan badan usaha milik daerah (BUMD) yang tengah dibahas pemerintah kota. Meski belum mengetahui secara rinci konsep BUMD tersebut, Ardian memastikan pelaku usaha siap terlibat.
“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi, baik sebagai vendor, mitra, maupun bentuk dukungan lain, selama itu untuk kebaikan Kota Depok,” ucapnya.
HIPMI Depok menempatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pendampingan UMKM sebagai program prioritas periode 2026–2029. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas lapangan kerja dan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Tinggalkan Balasan