DEPOK, INDORAYA TODAY – Setahun kepemimpinan Wali Kota Depok Supian Suri bersama Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah menunjukkan capaian nyata di berbagai sektor pembangunan. Salah satu yang paling menonjol adalah penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) yang pada tahun 2025 berhasil menyentuh 1.099 unit rumah warga.

Supian Suri menyampaikan, satu tahun pertama memimpin menjadi momentum penting untuk memastikan program yang dijanjikan benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menegaskan, fokus utama pemerintah adalah menghadirkan perubahan yang konkret dan menyentuh kebutuhan dasar warga.

“Satu tahun sudah saya dan Bang Chandra mendapatkan amanah luar biasa untuk memimpin Kota Depok. Setiap hari adalah perjalanan untuk mendengar, merasakan, dan bekerja demi membawa perubahan yang benar-benar menyentuh kehidupan warga,” ujar Supian Suri, dikutip dari akun instagram pribadinya, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, capaian perbaikan 1.099 RTLH menjadi bukti komitmen Pemkot Depok dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Program tersebut akan terus berlanjut, dengan usulan penanganan 787 RTLH tambahan pada tahun 2026.

Supian Suri mengakui, membangun Depok yang lebih maju bukan pekerjaan mudah. Namun, ia optimistis berbagai program prioritas dapat dituntaskan secara bertahap melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Kami sadar masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Namun, dengan semangat kolaborasi dan dukungan seluruh masyarakat, kita optimis bisa mewujudkan Depok yang lebih maju,” tuturnya.

Selain RTLH, dalam setahun terakhir Pemkot Depok juga menggenjot sektor pendidikan melalui pembangunan sejumlah sekolah negeri serta program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026. Program beasiswa dan bimbingan masuk perguruan tinggi juga disiapkan untuk memperluas akses pendidikan warga.

Di bidang kesehatan, Pemkot Depok mengalokasikan anggaran sekitar Rp103 miliar untuk jaminan kesehatan PBI pada tahun 2026, serta menghadirkan layanan pemeriksaan calon pengantin gratis di puskesmas. Pada sektor keagamaan, pemerintah juga memberikan insentif bagi 630 guru ngaji dan tenaga rohani.

BACA JUGA:  Supian Suri Ajak Kadin Perkuat Kontribusi Dunia Usaha untuk Kembangkan Potensi Ekonomi Depok

Penguatan infrastruktur turut menjadi fokus, mulai dari rencana pembangunan flyover Margonda, pembebasan lahan underpass Citayam, hingga penataan drainase di sejumlah titik rawan genangan. Langkah ini diharapkan mampu mengurai kemacetan sekaligus mengurangi potensi banjir.

Di sektor transportasi publik, Pemkot Depok menyiapkan program Buy The Service (BTS) satu koridor Teman Bus TransDepok dengan anggaran Rp20 miliar. Sementara di bidang fasilitas umum, renovasi tiga stadion dan pengembangan Depok Open Space terus dipacu.

Menutup refleksi satu tahun kepemimpinannya, Supian Suri mengajak seluruh warga terus mengawal pembangunan Kota Depok. Ia menegaskan, perjalanan menuju Depok Maju masih panjang dan membutuhkan dukungan bersama.

“Terima kasih telah berjalan beriringan dalam satu tahun pertama ini. Mari terus melangkah untuk membangun Depok Maju, Jawa Barat Istimewa,” pungkasnya.