INDORAYATODAY.COM – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan saran agar pemerintah menunda rencana impor 105 ribu unit mobil pikap asal India yang diperuntukkan bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Permintaan ini disampaikan guna memastikan kebijakan pengadaan tersebut melibatkan pembahasan yang lebih komprehensif bersama pelaku industri otomotif dalam negeri.
Merespons arahan tersebut, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan sepakat untuk melakukan koordinasi mendalam bersama parlemen. “Kami mengapresiasi keputusan Pak Sufmi Dasco Ahmad sebagai pimpinan DPR RI. Ini langkah tepat untuk menghindari kontroversi lebih jauh,” ujar Ferry dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).
Dasco menekankan pentingnya penundaan tersebut hingga Presiden Prabowo Subianto kembali ke tanah air. Menurutnya, keputusan strategis dengan volume pengadaan yang besar memerlukan arahan langsung dan pertimbangan mendalam dari kepala negara.
“Rencana untuk impor 105 ribu mobil pikap dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk ditunda dulu. Tentunya Presiden pada saat pulang akan membahas detail mengenai hal tersebut, termasuk meminta pendapat dan mengalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri,” tutur Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini meyakini bahwa Presiden Prabowo akan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, terutama terkait kemampuan industri otomotif nasional dalam memenuhi kebutuhan kendaraan operasional desa. Dasco menilai, penguatan industri tanah air harus menjadi prioritas utama untuk menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja bagi buruh nasional.
Sejalan dengan pandangan Dasco, Kementerian Koperasi juga telah membuka ruang dialog dengan Kadin dan serikat pekerja. Pihak kementerian menyadari bahwa pengadaan sarana mobilitas untuk Koperasi Merah Putih harus memberikan dampak positif yang luas bagi ekosistem industri di dalam negeri.
Sebagai informasi, rencana awal pengadaan ini melibatkan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang akan mendatangkan unit dari produsen India, Mahindra dan Tata Motors. Kendaraan tersebut diproyeksikan untuk memperkuat logistik perdesaan agar arus barang dari dan menuju desa menjadi lebih lancar dan efisien.

Tinggalkan Balasan