INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Tubuh manusia dirancang untuk bergerak. Aktivitas fisik, bahkan dalam durasi singkat, berperan penting menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Para ahli menegaskan, olahraga rutin memberikan manfaat langsung dan jangka panjang, termasuk meningkatkan kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit serius.

Olahraga memberikan berbagai manfaat bagi tubuh, mulai dari meningkatkan fungsi kognitif hingga membantu menjaga berat badan ideal. Selain itu, aktivitas fisik juga terbukti memperkuat tulang dan otot, serta membantu mencegah dan mengelola penyakit kronis.

Secara khusus, olahraga berdampak besar terhadap kesehatan jantung. Aktivitas fisik rutin dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular (CVD) serta angka kematian terkait penyakit tersebut. Hal ini terjadi karena olahraga membantu memperkuat otot jantung, meningkatkan sirkulasi darah, serta menurunkan tekanan darah.

Selain itu, olahraga juga berperan dalam meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL), mengurangi peradangan, serta membantu mengatur kadar gula darah. Efek lainnya termasuk meningkatkan efisiensi kerja jantung dan mendukung sistem saraf parasimpatis yang berperan dalam relaksasi tubuh.

Menariknya, manfaat ini bisa diperoleh tanpa harus berolahraga lama. Cukup 10 menit aktivitas intens setiap hari sudah dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan jantung.

Rekomendasi dari American Heart Association (AHA) menyebutkan orang dewasa sebaiknya melakukan 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75 menit intensitas tinggi per minggu. Artinya, sekitar 10 menit aktivitas intens setiap hari sudah memenuhi sebagian kebutuhan tersebut.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa durasi olahraga yang lebih singkat pun tetap memberikan manfaat signifikan. Studi tahun 2022 menemukan bahwa hanya 20 menit aktivitas intens per minggu dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 40 persen.

BACA JUGA:  Bayu Sasongko Raih Gelar Doktor Hukum di Universitas Borobudur

Selain itu, peningkatan aktivitas fisik harian juga berdampak pada penurunan angka kematian akibat penyakit yang dapat dicegah. Penelitian kohort pada 2022 menunjukkan tambahan 10 menit aktivitas intensitas sedang per hari dapat menurunkan risiko kematian hingga 7 persen per tahun.

Aktivitas sederhana seperti berjalan cepat, bersepeda, atau latihan berat badan di rumah dapat menjadi pilihan. Bahkan, berjalan selama dua menit setelah makan terbukti membantu mengontrol kadar gula darah dan mendukung kesehatan kardiometabolik.

Olahraga tidak harus dilakukan dalam waktu lama untuk memberikan manfaat. Konsistensi menjadi kunci utama. Memulai dari durasi singkat, seperti 10 menit per hari, sudah cukup untuk membantu meningkatkan kesehatan jantung.

Jika belum terbiasa, aktivitas dapat dimulai dengan intensitas ringan dan ditingkatkan secara bertahap. Setiap peningkatan aktivitas fisik, sekecil apa pun, tetap memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. ***