DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota Depok memastikan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) modern segera direalisasikan. Proyek strategis ini akan berlokasi di Kampung Kekupu, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, dan ditargetkan mulai dibangun pada 2027.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Depok, Dadang Wihana, mengungkapkan saat ini proyek BLK masih dalam tahap perencanaan awal. Pemerintah akan memulai penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2026.

“Untuk BLK di Kekupu, tahun ini kita mulai FS dan DED-nya. Mudah-mudahan 2027 sudah bisa mulai pembangunan,” ujar Dadang saat ditemui di Balai Kota Depok, Kamis (2/4/2026).

Meski pembangunan fisik belum dimulai, Pemkot Depok bergerak cepat dengan menyiapkan embrio BLK di Gedung Balai Kota. Program pelatihan akan lebih dulu dijalankan dengan memanfaatkan lantai 7 gedung parkir sebagai pusat kegiatan sementara.

Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang akan mendukung pelatihan tenaga kerja, khususnya bagi warga yang ingin bekerja ke luar negeri.

Dadang menjelaskan, BLK Depok akan hadir dengan konsep berbeda dari BLK pada umumnya. Fasilitas ini tidak menyediakan asrama, melainkan difokuskan sebagai pusat penghubung atau hub pelatihan kerja berbasis digital dan kolaboratif.

“BLK kita ini sebagai simpul. Jadi kita kolaborasi dengan BLK-BLK yang sudah ada, termasuk yang dikelola Kementerian Ketenagakerjaan,” katanya.

Dengan konsep tersebut, BLK Depok diharapkan menjadi pusat pengembangan keterampilan berbasis teknologi, sekaligus membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk terhubung dengan dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Program ini juga akan terintegrasi dengan inisiatif “Depok Maju Go Global” (DMGG), yang mencakup peluang kuliah, magang, hingga penempatan kerja internasional bagi warga Depok.

BACA JUGA:  Inspiratif! Pegiat Lingkungan Sulap Sampah Plastik Jadi Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomis

Untuk pembangunan fisik BLK di Kekupu, lahan yang disiapkan mencapai sekitar 4.000 meter persegi. Sementara besaran anggaran masih menunggu hasil penyusunan DED.

Pemkot Depok menargetkan pembangunan rampung paling lambat pada 2028, sehingga BLK dapat segera beroperasi penuh sebagai pusat pelatihan unggulan.

Diketahui, pembangunan BLK menjadi salah satu dari 20 program prioritas Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.