DEPOK, INDORAYA TODAY – Tradisi ngubek empang bukan sekadar kegiatan menangkap ikan dengan tangan kosong. Di balik keseruannya, tersimpan nilai budaya dan filosofi mendalam yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran Depok.
Sejak zaman dahulu, sebelum keberadaan pedagang ikan, warga Depok terbiasa urunan membeli bibit ikan untuk ditebar di empang. Menjelang Hari Raya Idulfitri, empang tersebut kemudian dibedah dan ikannya ditangkap bersama-sama.
Hasil tangkapan itu tidak hanya dinikmati sendiri. Ikan diolah menjadi berbagai hidangan khas yang kemudian dibagikan kepada kerabat dalam tradisi yang dikenal sebagai rantangan, simbol berbagi kebahagiaan saat Lebaran.
Tradisi ini juga identik dengan masyarakat Betawi Depok, khususnya kalangan dengan ekonomi sederhana. Ngubek empang menjadi cara gotong royong memenuhi kebutuhan lauk saat hari raya, sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, Hamzah, menegaskan bahwa tradisi ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar aktivitas menangkap ikan.
“Ngubek empang bukan hanya soal menangkap ikan, tetapi bagaimana masyarakat dulu membangun kebersamaan, gotong royong, dan semangat berbagi menjelang Lebaran,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, tradisi ini dipersiapkan jauh hari bahkan sejak satu tahun sebelumnya dengan menebar benih ikan. Saat waktu panen tiba menjelang Idulfitri, seluruh warga terlibat dalam prosesnya, mulai dari mengeringkan empang hingga menangkap ikan secara bersama-sama.
“Filosofi yang ingin kita hidupkan kembali adalah kebersamaan dan solidaritas. Ini warisan budaya yang harus terus dikenalkan ke generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman,” tambahnya.
Kini, tradisi ngubek empang kembali diangkat dalam rangkaian Lebaran Depok sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan Lebaran tak hanya soal kemewahan, tetapi juga tentang kebersamaan.
Diketahui, rangkaian Lebaran Depok 2026 akan berlangsung selama lima hari, mulai 5 hingga 9 Mei 2026. Pembukaan acara digelar serentak di tiga wilayah, yakni Tapos, Cipayung, dan Sawangan, sebelum dipusatkan di Alun-alun Grand Depok City (GDC).

Tinggalkan Balasan