INDORAYATODAY.COM — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau para jemaah haji musim 1447 H/2026 M untuk mematangkan persiapan teknis sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah kewajiban menyimpan daftar nomor darurat guna mengantisipasi berbagai kendala di lapangan, mulai dari kondisi medis mendesak hingga risiko terpisah dari rombongan.

Menteri Haji dan Umrah, Moch Irfan Yusuf, menegaskan bahwa seluruh tahapan operasional haji saat ini berjalan sesuai rencana. Pemerintah berkomitmen memastikan layanan bagi para jemaah, baik di embarkasi maupun saat berada di Arab Saudi, berjalan secara optimal.

“Seluruh tahapan operasional haji berjalan sesuai rencana. Insya Allah, keberangkatan jemaah dimulai tepat waktu, dan seluruh layanan telah kami siapkan dengan optimal,” kata Irfan Yusuf dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan jadwal operasional, jemaah mulai memasuki asrama haji pada 21 April 2026, dengan jadwal keberangkatan bertahap hingga 21 Mei 2026. Sementara itu, puncak ibadah haji berupa wukuf di Arafah diperkirakan jatuh pada 25–26 Mei 2026.

Mengingat dinamisnya kondisi di Makkah dan Madinah, pemerintah merilis daftar nomor penting di Arab Saudi yang wajib diakses oleh jemaah maupun petugas:

  1. Layanan Darurat Terpadu: 911
  2. Kepolisian: 999
  3. Ambulans/Darurat Medis: 997
  4. Pemadam Kebakaran: 998

Selain layanan otoritas setempat, jemaah juga dapat menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh melalui nomor (+966) 11 4882800 atau layanan hotline di +966 569173990.

Guna memperlancar proses keberangkatan, pemerintah telah mengaktifkan 16 embarkasi di seluruh Indonesia. Fasilitas fast track di bandara-bandara besar seperti Soekarno-Hatta, Solo, Juanda, dan Makassar juga dikerahkan untuk memangkas waktu proses keimigrasian.

Selain nomor layanan resmi, jemaah disarankan untuk mencatat nomor kontak pribadi yang relevan, mencakup pembimbing ibadah (muthawwif), pemimpin rombongan (tour leader), hingga kontak hotel tempat menginap di Makkah maupun Madinah.

BACA JUGA:  Indonesia Serukan Kerja Sama Global Atasi Krisis Rohingya di Sidang PBB

Langkah preventif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi para jemaah sehingga pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan mabrur. Pemerintah terus memantau setiap perkembangan guna memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh tamu Allah di Tanah Suci.