INDORAYATODAY.COM — Kapal-kapal tanker Iran dilaporkan berhasil menembus blokade angkatan laut yang diterapkan Amerika Serikat (AS). Vortexa, perusahaan analitik pasar energi dan pengangkutan global, mencatat setidaknya 34 pergerakan kapal tanker yang terkait dengan Iran tetap aktif keluar-masuk Teluk Persia dalam sepekan terakhir.

Pergerakan armada ini tetap berlangsung meski Washington di bawah pemerintahan Donald Trump tengah memberlakukan pengawasan ketat dan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

“Vortexa mengidentifikasi 19 pergerakan kapal keluar dan 15 pergerakan masuk antara periode 13 April hingga Senin lalu,” tulis laporan kantor berita Associated Press (AP), Rabu (22/4/2026).

Dari total pergerakan tersebut, enam kapal yang keluar dipastikan memuat minyak mentah Iran dengan volume mencapai 10,7 juta barel. Meskipun belum dapat dipastikan apakah seluruh muatan tersebut telah mencapai pasar internasional, keberhasilan kapal-kapal ini melintasi perairan yang dijaga ketat menjadi sorotan tajam.

Laporan Vortexa ini senada dengan informasi yang dilansir Financial Times. Menurut data mereka, 34 kapal tanker tersebut berhasil lolos dari pantauan angkatan laut AS, dengan rincian 19 kapal keluar melewati blokade menuju pasar global dan 15 lainnya masuk dari Laut Arab menuju dermaga-dermaga Iran.

Penyelundupan sekitar 10,7 juta barel minyak mentah ini diperkirakan memberikan pendapatan signifikan bagi pemerintah Iran, yakni mencapai 910 juta dolar AS. Pendapatan ini dinilai krusial bagi Teheran di tengah tekanan sanksi ekonomi yang masif dari negara-negara Barat.

Munculnya laporan ini bertepatan dengan ketegangan baru di Selat Hormuz. Sebelumnya, pada Rabu pagi, pihak militer Iran dikabarkan melakukan penyitaan terhadap dua kapal kargo di selat tersebut dengan alasan kegagalan mematuhi regulasi navigasi yang ditetapkan rezim Teheran. Insiden ini kian memperkeruh situasi geopolitik dan stabilitas jalur energi di kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA:  AS Nyerah Minta Gencatan Senjata, Iran Jawab dengan Serangan Besar-Besaran