INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengambil langkah progresif dalam menangani persoalan sampah yang kian menumpuk.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, kini mulai memberdayakan pemerintah desa untuk mengelola sampah secara mandiri guna menekan biaya operasional pengangkutan yang menelan anggaran hingga miliaran rupiah setiap tahunnya.

Rudy mengungkapkan bahwa dengan jumlah penduduk mencapai 6,19 juta jiwa, Kabupaten Bogor memproduksi sampah hingga 3.000 ton setiap hari. Namun, kapasitas angkut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat ini baru mampu menangani setengahnya, yakni sekitar 1.500 ton per hari.

“Dari 1.500 ton yang terangkut itu saja membutuhkan biaya lebih dari Rp100 miliar per tahun. Kami ingin lebih efektif dan efisien. Jika dikelola di desa, ini justru bisa menjadi potensi pendapatan ekonomi buat desa masing-masing,” ujar Rudy usai rapat bersama Apdesi di Cibinong, Rabu (29/4/2026).

Strategi pemberdayaan desa ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan sampah langsung dari sumbernya. Rudy menegaskan bahwa keterlibatan desa sangat krusial agar beban pengangkutan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak terus membengkak seiring bertambahnya populasi.

Meskipun Pemkab Bogor tengah menggarap proyek raksasa Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Galuga, Rudy menyebut pengelolaan di tingkat desa tetap menjadi prioritas utama sebagai garda terdepan penanganan limbah rumah tangga.

Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, program ini dirancang untuk mengubah paradigma sampah dari beban menjadi aset. Dengan pengelolaan yang tepat—seperti pemilahan organik dan anorganik di tingkat desa—pemerintah desa dapat membuka lapangan kerja baru dan menghasilkan produk bernilai ekonomi dari hasil daur ulang.

Langkah ini menjadi bagian dari visi besar akselerasi pembangunan desa di Kabupaten Bogor, di mana kemandirian pengelolaan lingkungan diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.

BACA JUGA:  Tanggapi Menkeu Purbaya, Bupati Bogor Rudy Susmanto Janji Percepat Serapan Anggaran 2026