DEPOK, INDORAYA TODAY – Isu mengenai Hantavirus tengah ramai diperbincangkan di tengah masyarakat. Meski bukan virus baru, penyakit ini kembali menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan gangguan serius pada kesehatan, terutama pada paru-paru dan ginjal.
Virus ini diketahui dapat menular melalui hewan pengerat seperti tikus yang terinfeksi. Penularan terjadi saat manusia terpapar urin, air liur, atau kotoran tikus, termasuk debu yang sudah terkontaminasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Mayori menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan tanpa harus panik berlebihan. Menurutnya, pencegahan menjadi kunci utama dalam menghindari risiko penularan.
“Yang paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung maupun tidak langsung dengan tikus atau kotorannya,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, secara umum hantavirus dapat memicu dua jenis penyakit, yakni HFRS (Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome) yang menyerang ginjal, serta HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) yang menyerang sistem pernapasan dengan tingkat keparahan yang dapat tinggi.
Pada kasus HFRS, gejala awal yang muncul antara lain demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga kulit atau mata menguning. Gejala ini dapat muncul dalam 1-2 minggu setelah terpapar.
Sementara itu, pada HPS, gejala yang sering dirasakan meliputi demam, batuk, nyeri otot, hingga sesak napas yang dapat berkembang cepat dalam 1-8 minggu setelah paparan.
Dinas Kesehatan Kota Depok mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala mencurigakan, terutama setelah diduga terpapar lingkungan yang berisiko.
Adapun langkah pencegahan yang paling efektif meliputi menjaga kebersihan tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menutup rapat makanan, menghindari debu kotor dengan pembersihan menggunakan kain basah, serta memastikan rumah bebas dari celah masuknya tikus.
Selain itu, masyarakat juga diimbau menerapkan etika batuk dan bersin, serta menjaga sanitasi lingkungan agar tidak menjadi sarang berkembangnya hewan pengerat.

Tinggalkan Balasan