DEPOK, INDORAYA TODAY – Pelajar SMP yang dilaporkan tenggelam di Sungai Ciliwung kawasan Jembatan Panus, Pancoran Mas, Kota Depok, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari pencarian.

Korban diketahui berinisial ARR (14), warga Grogol, Limo, Depok. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang saat memancing bersama rekannya di aliran Sungai Ciliwung, Minggu (17/5/2026) sore.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Tesy Haryati mengatakan, korban ditemukan pada Selasa (19/5/2026) pagi setelah tim SAR gabungan menerima informasi adanya jenazah di kawasan TB Simatupang.

“Pada pukul 08.10 WIB, tim SAR gabungan menerima informasi penemuan jenazah dari BKSDA TB Simatupang (Jakarta Selatan). Tim langsung menuju lokasi untuk memastikan identitas korban,” ujar Tesy, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, tim SAR gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 08.57 WIB. Jenazah kemudian dievakuasi ke tepi sungai untuk dilakukan proses identifikasi.

“Hasil konfirmasi keluarga memastikan jenazah tersebut adalah ARR yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Ciliwung,” katanya.

Tesy menjelaskan, korban ditemukan dalam posisi telungkup di antara tumpukan jaring sampah, sekitar 24,5 kilometer dari lokasi awal korban tenggelam.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga di lokasi penemuan sebelum dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans.

Peristiwa nahas itu bermula saat korban memancing bersama rekannya di Sungai Ciliwung kawasan Pancoran Mas, Minggu sore.

Saat memancing, kail milik korban tersangkut di area sungai. Korban kemudian nekat berenang untuk mengambil alat pancing tersebut.

Namun derasnya arus Sungai Ciliwung membuat korban terseret dan tenggelam. Rekan korban yang panik sempat meminta pertolongan warga sekitar, tetapi korban tak berhasil diselamatkan.

BACA JUGA:  Pembebasan Jalan Enggram Depok Rampung, Pembangunan Dikebut Mulai 2026

“Korban sedang mengambil alat pancing atau kail yang tersangkut, lalu korban mencoba berenang ke posisi alat pancing. Saat mengambil kail, korban tenggelam,” tutur Tesy.

Proses pencarian korban melibatkan puluhan personel gabungan dari Basarnas, Damkar Depok, Brimob, PMI, BPBD, relawan hingga komunitas SAR lainnya.

Pencarian sempat mengalami kendala akibat arus sungai yang deras, banyaknya jaring liar yang menjorok ke sungai, serta kedalaman air yang berubah-ubah.

Setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing.