INDORAYATODAY.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, berkomitmen menjadikan pos pelayanan terpadu (posyandu) sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat hingga tingkat wilayah. Langkah ini diambil guna memperkuat dan mendekatkan akses layanan kesehatan langsung ke tengah warga.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan bahwa keberadaan posyandu memiliki peran krusial dalam membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan secara maksimal. Oleh karena itu, para kader posyandu diminta aktif mendata warga yang masih kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, termasuk dalam pengurusan BPJS Kesehatan.
“Para kader posyandu juga bisa ikut membantu masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal. Laporkan kepada kecamatan atau kelurahan,” ujar Jenal saat meresmikan sekretariat dan Posyandu Kenanga di RW 07, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanahsareal, Ahad (24/5/2026).
Selain pelayanan dasar, Jenal menjelaskan bahwa posyandu memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung program penanganan stunting di Kota Bogor.
Melalui pendataan yang akurat di tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW), intervensi terhadap balita yang membutuhkan perhatian khusus dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Peran posyandu sangat penting. Contohnya, jika masih ada balita stunting, bisa diintervensi melalui berbagai bantuan. Kemarin kita menerima berbagai bantuan untuk anak stunting di Kota Bogor,” katanya menjelaskan.
Demi mengoptimalkan fungsi tersebut, Pemkot Bogor membuka peluang bantuan fasilitas penunjang posyandu, baik melalui pemerintah daerah maupun komitmen dari DPRD Kota Bogor.
Masyarakat pun dipersilakan mengajukan kebutuhan sarana dan prasarana penunjang agar aktivitas pelayanan di lingkungan masing-masing berjalan lebih maksimal.

Tinggalkan Balasan