INDORAYA TODAY – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan bahwa Partai Gerindra dan rakyat Indonesia menginginkan Presiden Prabowo Subianto untuk menjabat selama dua periode.

Hal itu disampaikan Muzani saat menghadiri Apel Kader Gerindra di Boyolali, Jawa Tengah, bersama Ketua DPD Gerindra Jateng Sudaryono.

Muzani menyampaikan apresiasinya kepada seluruh kader Gerindra yang telah berjuang memenangkan Prabowo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Menurutnya, loyalitas kader menjadi kekuatan utama Gerindra dalam memenangkan hati rakyat.

“Saya mewakili segenap kader Gerindra menyampaikan terima kasih atas loyalitas dan dukungan untuk memenangkan Presiden Prabowo pada Pilpres 2024 kemarin,” kata Muzani dalam unggahan di akun Instagram resminya, @ahmadmuzani2, Minggu (18/5/2025).

Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menitipkan salam hormat kepada masyarakat Jawa Tengah. Meski Prabowo bersikap rendah hati dengan tidak menyerukan perpanjangan masa jabatan, Muzani menegaskan bahwa semangat kader harus tetap menyala.

“Kita tentu ikut pada sikap kerendahhatian Pak Prabowo yang meminta kader untuk tidak menyerukan dua periode. Tapi kita harus tetap semangat bekerja untuk rakyat,” ujarnya.

Muzani menambahkan bahwa tujuan utama Prabowo menjadi presiden adalah untuk memenuhi harapan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, Gerindra akan terus bekerja untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

“Kita harus bisa memenuhi harapan rakyat. Mensejahterakan rakyat adalah tujuan Pak Prabowo menjadi presiden,” tutur Muzani.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keinginan menjadikan Prabowo presiden dua periode bukan sekadar aspirasi partai, melainkan juga suara dari masyarakat luas.

“Kita harus tetap semangat bahwa Gerindra dan rakyat Indonesia menginginkan Pak Prabowo untuk dua periode,” ucapnya.

Unggahan Muzani ditutup dengan seruan semangat khas partai berlambang kepala garuda tersebut. “Salam Indonesia Raya!” pungkasnya.

BACA JUGA:  Mardiono Minta Kader PPP Dukung Agenda Pembangunan Prabowo, Ini Alasannya