INDORAYATODAY.COM – Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin meninjau langsung proyek pembangunan jembatan penghubung antara Kelurahan Paledang dan Kelurahan Pasir Jaya di RW 12, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu (1/7/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Jenal meminta kontraktor proyek senilai Rp 2,7 miliar itu untuk memperketat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sekaligus memastikan pembangunan selesai tepat waktu.

“Jembatan ini merupakan jalur penghubung strategis antara dua kelurahan, tepatnya menghubungkan Kampung Lebak Sari RW 03 di Paledang dan RW 12 di Pasir Jaya,” ujar Jenal kepada wartawan di lokasi proyek.

Jenal mengungkapkan, rencana pembangunan jembatan ini sebenarnya memiliki sejarah yang cukup panjang dan sempat tertunda selama beberapa tahun pada masa pemerintahan sebelumnya.

“Dahulu sempat dianggarkan, tetapi beberapa kali gagal. Hampir empat tahun anggaran APBD untuk jembatan ini tidak terealisasi karena kendala klasik, mulai dari adanya penolakan sebagian masyarakat hingga akses masuk material yang sulit,” jelasnya.

Melihat urgensi kebutuhan warga, Pemkot Bogor kembali menjajaki proyek ini sekitar enam bulan lalu. Langkah ini diambil setelah menerima aspirasi warga terkait sulitnya akses kesehatan di wilayah Paledang. Jenal menceritakan, sempat ada kejadian memilukan di mana seorang warga meninggal dunia di tanjakan karena terlambat mendapat pertolongan akibat akses jalan yang terbatas.

“Ini menjadi tanggung jawab pemerintah. Tidak ada alasan teknis maupun yuridis ketika menyangkut akses masyarakat yang sangat krusial. Kami turun langsung mensosialisasikan pentingnya jembatan ini bersama camat, lurah, dinas terkait, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” tambahnya.

Setelah melalui enam kali pertemuan dan audiensi di Balai Kota Bogor, kesepakatan akhirnya tercapai. Saat ini proyek telah berjalan dengan deviasi progres yang positif.

BACA JUGA:  Harris Bobohoe Dampingi Wali Kota Bekasi Duduk Bersama Temui Pendemo di DPRD

“Alhamdulillah, ikhtiar panjang ini membuahkan hasil. Saat ini progresnya positif di atas 4%. Kami berharap target penyelesaian dalam 26 minggu bisa terealisasi dengan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar,” tutur Jenal.

Proyek yang berada di bawah leading sector Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor ini juga memberdayakan warga lokal. Sebanyak 40 warga setempat direkrut sebagai tenaga kerja secara bergantian. Kontraktor juga diminta memanfaatkan warung dan kantin milik warga sekitar untuk kebutuhan logistik pekerja.

Terkait spesifikasi, jembatan ini memiliki bentang panjang sekitar 48 meter dengan lebar bersih 1,8 meter (total lebar dengan tiang 2,4 meter). Untuk mengantisipasi gangguan keamanan, operasional jembatan nantinya akan dibatasi menggunakan portal dan dijaga oleh sekuriti dari warga setempat.

“Jembatan ini bisa dilalui sepeda motor, namun kami akan diskusikan lagi dengan warga apakah nantinya khusus pejalan kaki atau motor boleh melintas. Yang pasti, untuk kondisi darurat seperti ambulans atau warga sakit, akses dibuka 24 jam,” tegas Jenal.

Di tempat yang sama, Sekretaris Disperumkim Kota Bogor Erwin Gunawan memaparkan bahwa hingga minggu kelima, realisasi pengerjaan telah mencapai 5,46% dari target rencana sebesar 1,45%. Artinya, progres lapangan berjalan 4,01% lebih cepat dari jadwal.

“Saat ini kami sudah menyelesaikan pengecoran kaki abutmen (pilar jembatan) di sisi Pasir Jaya pada 29 Juni lalu. Tahapan berikutnya adalah merangkai tulangan badan abutmen Pasir Jaya dan melanjutkan penggalian lubang abutmen di sisi Paledang,” pungkas Erwin.