DEPOK, INDORAYA TODAY – Video aksi Lurah Cilangkap, Depok, Galih Catur Prasetya, membersihkan tumpukan sampah liar di perbatasan Kelurahan Cilangkap dan Kelurahan Tapos mendadak viral di media sosial.

Galih mengaku tak menyangka aksinya menarik perhatian publik.

Menurut dia, video itu muncul karena rasa kesalnya terhadap ulah oknum yang terus membuang sampah sembarangan.

“Sebetulnya saya enggak nyangka videonya bakal viral. Saya cuma geram karena tempat ini sudah berkali-kali dibersihkan, besoknya sampah muncul lagi,” kata Galih, Senin (7/7/2026).

Galih mengatakan, lokasi tersebut sedikitnya sudah lima kali dibersihkan.

Bahkan, pekan lalu petugas mengangkut sekitar dua mobil pikap sampah dari lokasi.

Namun, hanya berselang sepekan, tumpukan sampah kembali memenuhi kawasan itu.

“Seminggu setelah dibersihkan, sekarang ada lagi sampahnya,” ujarnya.

Jenis sampah yang ditemukan pun beragam.

Mulai dari sampah rumah tangga, sisa makanan, hingga satu karung penuh popok bekas.

“Banyak sekali. Ada sampah dapur, pampers satu karung, makanan, macam-macam,” ucapnya.

Melihat kondisi tersebut, Lurah Cilangkap langsung menyiapkan langkah tegas.

Ia telah berkoordinasi dengan Ketua RT di wilayah Cilangkap, pihak Kelurahan Tapos, hingga RW setempat untuk memasang portal di jalan alternatif yang diduga kerap dipakai membuang sampah.

“Saya sudah komunikasi dengan RT di Cilangkap, Lurah Tapos, dan RW 4 Tapos. Rencananya kita portal jalan dari dua sisi,” tegasnya.

Portal nantinya tidak ditutup selama 24 jam.

Pemerintah akan menyepakati jam buka dan tutup agar tidak mengganggu aktivitas warga.

“Nanti kita sepakati bersama jam pemortalannya supaya sama antara Cilangkap dan Tapos,” katanya.

Saat membersihkan sampah, petugas juga menemukan bungkusan paket yang masih menyisakan alamat penerima.

Temuan itu akan ditindaklanjuti dengan menghubungi pengurus RT sesuai alamat yang tertera.

BACA JUGA:  Dua Pemuda di Depok Gigit Jari Usai Motornya Terjun ke Kali

“Ada bekas paket yang masih ada alamatnya. Nanti kami sampaikan ke RT agar warganya diingatkan,” ujar Galih.

Galih juga mengingatkan warga agar tidak hanya memindahkan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

Menurut dia, kapasitas TPA sudah semakin terbatas.

“Kalau pola kita cuma angkut lalu pindahkan ke TPA, seluas apa pun enggak akan cukup. Bantar Gebang saja overload, apalagi Cipayung,” katanya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat mulai mengubah kebiasaan mengelola sampah.

“Sampah bukan hanya dibuang pada tempatnya, tetapi juga harus dipilah antara organik dan anorganik. Yang masih punya nilai ekonomi bisa dimanfaatkan lagi,” pungkasnya.