INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari mendorong pemanfaatan situ sebagai destinasi olahraga air sekaligus ruang pengembangan wisata dan ekonomi masyarakat.

Gagasan tersebut disampaikan Yeti yang juga Pembina Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Depok seusai membuka Festival Perahu Naga 2026 di Situ Rawa Kalong, Kecamatan Cimanggis, Minggu (9/8/2026).

Menurut Yeti, keberadaan situ di Kota Depok merupakan aset yang dapat dikembangkan lebih luas. Fungsinya tidak sebatas sebagai sumber daya air dan bagian dari ekosistem lingkungan, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan wisata, budaya, dan olahraga air.

“Situ ini kita bisa jadikan potensi, bukan saja menjadi potensi wisata, bukan saja menjadi sumber ekosistem lingkungan, menjadi sumber daya air, tetapi juga bisa menjadi salah satu destinasi untuk wisata, destinasi budaya, juga menjadi destinasi untuk olahraga, khususnya olahraga air,” ujar Yeti.

Festival Perahu Naga menjadi salah satu contoh pemanfaatan tersebut. Menurut Yeti, kegiatan olahraga di kawasan situ dapat memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuat masyarakat melihat fungsi lain dari aset yang mereka miliki.

Ia bahkan berharap konsep serupa dapat dikembangkan di situ-situ lain di Kota Depok.

Yeti menilai pengembangan situ sebagai kawasan olahraga dan wisata juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Setiap penyelenggaraan kegiatan, kata dia, dapat membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk ikut terlibat. Kehadiran UMKM membuat kegiatan olahraga tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi.

“Saya ingin juga nanti salah satu ini menjadi destinasi wisata air dan olahraga, dan meningkatkan roda ekonomi masyarakat di sekitar situ. Dengan adanya UMKM-UMKM yang nantinya memberikan ruang,” katanya.

BACA JUGA:  Bazar Raya Ramadhan Inisiasi Dekranasda dan DWP Dihelat, UMKM Unjuk Gigi Pamerkan Produk Unggulan

Menurut Yeti, UMKM di sekitar lokasi maupun yang telah mendapatkan pembinaan dari kecamatan dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan. Dengan begitu, perputaran ekonomi tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara atau peserta, tetapi juga masyarakat sekitar.

“Sehingga roda ekonomi di wilayah ini bisa berputar. Dan saya juga ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi, khususnya di masyarakat di sekitar situ,” ujarnya.

Namun, menurut Yeti, pemanfaatan situ sebagai lokasi olahraga dan wisata harus diiringi dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Ia menilai kegiatan seperti Festival Perahu Naga dapat menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa situ yang terawat mampu digunakan sebagai ruang aktivitas masyarakat.

Karena itu, Yeti mendorong agar situ-situ di Depok terus dijaga sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi lokasi kegiatan serupa.

“Jadi bahwa kita punya aset, harus kita jaga, terutama dalam hal kebersihan,” kata Yeti.

Ia berharap pemanfaatan situ dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertemukan kepentingan lingkungan, olahraga, wisata, dan ekonomi masyarakat.

Bagi Yeti, Depok memiliki dua modal yang dapat dikembangkan secara bersamaan, yakni kekayaan situ dan potensi atlet dayung. Keduanya dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat olahraga air sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Kita mempunyai situ, kita mempunyai atlet-atlet dayung. Nah, ini yang memang dikembangkan,” pungkasnya.